Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (shutterstock.com)
Dream - Polisi mengamankan sepasang suami istri di Surabaya karena terbukti menjadi kelompok hubungan intim bertukar pasangan atau swinger.
Wadireskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra mengatakan, suami-istri itu menawarkan jasa bertukar hubungan intim melalui media sosial.
" Dalam berkomunikasi via DM harus memenuhi kriteria sebagai pasangan swing tersangka dengan menunjukkan foto hot atau telanjang berdua dengan pasangannya. Apabila cocok dan memenuhi syarat dilanjutkan dengan tukar nomor HP dan berkomunikasi lewat WhatsApp," kata Juda, diakses dari jatimnow.com, Kamis, 11 Oktober 2018.
EH dan ID, pasangan suami-istri, tersangka kasus hubungan intim tukar pasangan disebut telah tujuh kali beraksi. Dia melaksanakan aksinya dengan berpindah-pindah hotel.
Juda mengatakan, EH mensyaratkan iuran sebesar Rp750 ribu dan surat nikah untuk pelanggan yang ingin memakai jasanya. Selain itu, kelompok EH juga mewajibkan pasangan pelanggannya mengirim foto seksinya.
Berikut deretan fakta lain dari kelompok hubungan intim EH,
Berdasar keterangan Kasubdit IV Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana, EH dan ID menargetkan pasangan berusia 22 hingga 30 tahun untuk menjadi fantasi hubungan intim.
" Pasangan yang main sama dia ada dari Swasta, Wiraswasta, pegawai Juanda, bahkan pegawai BUMN. Selain itu harus suami istri yang sah yang menjadi swing," ujar Festo.
Polisi menyebut EH berperan aktif dalam kegiatan pesta tak senonoh itu. EH kerap menawarkan layanan itu, memesan hotel, menegosiasikan harga, dan menyiapkan alat kontrasepsi.
Dari interogasi polisi, EH dan DW disebut punya hasrat berhubungan badan yang tinggi. Padahal, kata Festo, pelaku tak menunjukkan tindakan yang aneh. Inilah yang membuat ibu tersangka EH kaget dengan kasus yang menjeratnya.
Polisi mengatakan, EH dan DW awalnya hanya sekali berhubungan intim tukar pasangan. Tetapi, tindakan itu menjadi candu.
" Dulu awalnya sama pasangan berinisial A melakukan soft istilahnya sama pasangannya masing-masing. Kemudian mereka membahasnya bagaimana fantasinya akhirnya baru melakukan swing itu dengan istilah hard," ujar Festo.
Dalam keterangan yang digali polisi, saat penangkapan, DW sedang mengandung anak ketiganya dengan EH. Usia kandungan DW yaitu 8 bulan.
" Nah ini yang menjadi hal yang sangat mengenaskan, istrinya lagi hamil, itupun dilibatkan juga," ujar Juda.
Usai ditangkap, wajah EH tampak lesu. Dia berkali-kali mengusap wajahnya dengan tangan.
Dia enggan berkomentar banyak. Alasannya sudah terlalu banyak pikiran.
" Saat ini yang saya pikirkan hanya obat untuk kesembuhan perilaku saya," kata EH.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya