Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Khaidir Anas (Foto: Twitter)
Dream - Sebuah insiden kecelakaan mewarnai pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. salah satu atlet gantole mendarat di atap rumah warga, Minggu 3 Oktober 2021.
Peristiwa tersebut dibagikan oleh akun Twitter @jayapuraupdate. Dalam unggahan itu, terlihat proses evakuasi atlet gantole yang tersangkut di atap rumah warga.
Atlet yang mengalami kecelakaan itu adalah Khadir Anas asal Sumatera Barat. Menurut sang pelatih, Sumbar Philips R Sakti, Khaidir tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Jayapura lantaran tulang punggungnya merenggang.
Tak hanya itu, Khaidir jug amengalami lebam dan lecet di bagian kening serta sempat mengalami sesak nafas karena syok.
Dalam video terlihat Khaidir tergantung di atas atap rumah warga. Ia mendarat di atap rumah yang menyebabkan sebagian atapnya ambruk. Khaidir tersangkut dan menggantung.
Karena terbelit alat gantole, sang atlet tidak bisa membebaskan diri. Dia pun hanya tergantung dan tidak berdaya. Bagian atas tubuhnya berada di atas genteng, sedangkan bagian bawah berada di dalam rumah.

Puluhan warga pun langsung melakukan evakuasi dan berusaha menolong. Sebagian warga memegang atlet itu dari atas atap agar tidak jatuh.
Sedangkan warga lainnya mengangkat kaki sang atlet agar tubuhnya tidak terbebani. Sementara yang lainnya berusaha memotong tali dan perlengkapan terbangnya yang menyangkut.
Setelah berkutat cukup lama, warga akhirnya berhasil menurunkan atlet tersebut. Mereka menggotongnya secara perlahan ke bawah.
Dikutip dari pikiran-rakyat.com, Selasa 5 Oktober 2021, ketika dikunjungi Sekjen KONI Pusat, pada Senin 4 Oktober, Khaidir sudah dapat menggerakkan seluruh badannya, tetapi belum diizinkan banyak bergerak oleh dokter.
" Hari ini kami menjenguk atlet asal Sumatera Barat atas nama (Khaidir) Anas dari cabang olahraga gantole yang mengalami kecelakaan,” kata Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Ade Lukman Djajadikusuma.
" Syukur alhamdulillah bahwa kondisi dia sudah sangat baik dan saat ini sudah ditangani dengan baik oleh rumah sakit umum daerah di Jayapura," lanjut Ade.
Saat insiden terjadi, Khaidir Anas terpaksa harus melakukan pendaratan darurat saat pesawat yang digunakannya mengalami kendala dan tidak stabil.
" Pesawat sudah airborne dan wing tidak stabil (goyang), karena wing semakin tidak stabil, atas perintah safety officer diminta pilot gantole (Anas) melakukan realese (safety)," tulis Accident Report yang ditandatangani Direktur Pertandingan Dr.Ing Aldamanda A. Lubis.
Kondisi ketinggian yang kurang, ditambah wing kanan lebih terbuka sehingga pesawat mengarah ke selatan.
" Mengingat ketinggian tidak mencukupi untuk melakukan pendaratan di area runway, pilot melakukan pendaratan di atas atap rumah warga," lanjut laporan tersebut.
Atlit paralayang mendarat di pemukiman warga... 🤯🤯
Untung baik bukan di pemukiman buaya..yg dekat situ.😭 pic.twitter.com/TCFXLEGg1f— Timur Matahari (@jayapuraupdate)October 3, 2021
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam