Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Tangerang, Banten Dihebohkan Munculnya Sepasang Ular Sanca Kembang (Foto: Liputan6.com)
Dream - Nasib nahas dialami seorang remaja berusia 13 tahun di Serpong, Tangerang Selatan. Y tewas dililit ular sanca.
Peristiwa ini terjadi di Kali Rawa Buntu, Serpong Tangerang Selatan pada Senin, 6 Juli 2020 malam. Korban diketahui bersama temannya saat itu hendak menangkap ular.
" Y melihat seekor ular besar melintas dihadapanya. Saat itu, korban dan temannya hendak menangkap ular tersebut. Namun, ular memberontak, " ujar Kapolsek Serpong, AKP Supriyanto.
Korban kalah tenaga sehingga dililit oleh ular sanca hingga meninggal dunia
Saksi yang dimintai keterangan mengaku tak ada yang melihat jenis ularnya. Yang pasti, kata dia ukuran lumayan besar.
Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangerang Selatan, Abullah Syafei menjelaskan jenis ular adalah Sanca dengan panjang kurang lebih 4 meter. Besarnya kira-kira sepaha orang dewasa.
Namun, hingga saat ini ular tidak berhasil ditemukan. " Ularnya pergi usai melilit korban sampai meninggal" .
Dream - Kebanyakan orang memilih anjing, kucing, kelinci, bahkan kuda untuk dijadikan binatang peliharaan. Namun, tidak semua jenis binatang yang dipelihara itu imut dan menggemaskan.
Beberapa orang memilih binatang peliharaan yang anti-mainstream agar terlihat unik dan kece. Ada yang pelihara ular, buaya, harimau, landak mini, tarantula dan sebagainya.
Bagi yang punya peliharaan anti-mainstream ini kadang salah mengartikan perilaku peliharaannya yang tidak agresif sebagai sesuatu yang tidak membahayakan.
Padahal, beberapa jenis binatang peliharaan seperti ular piton memiliki perilaku yang patut diwaspadai pemiliknya.
Seorang wanita memelihara seekor ular piton sebagai binatang peliharaannya. Namun satu hari, ular sepanjang empat meter itu tiba-tiba tidak mau makan.
Karena berpikir kondisi ular peliharaannya semakin buruk, dia membawanya ke dokter hewan.
Saat pemeriksaan, dokter menanyakan beberapa hal tentang perilaku ular tersebut kepada pemiliknya.
" Apakah ular ini tidur bersama Anda setiap malam, dengan melingkar di tubuh Anda atau berada dekat dengan Anda sambil membentangkan tubuhnya?"
Wanita itu mengiyakan pertanyaan dokter tersebut sambil menambahkan, " Ya, dia melakukannya setiap hari dan itu membuat saya sedih. Dia seperti minta tolong kepada saya dan saya tidak bisa berbuat banyak untuk membuatnya nyaman. Tapi kenapa dokter?"
Jawaban dokter sungguh membuat wanita itu terkejut.
" Nona, ular piton Anda tidak sakit. Dia sedang mempersiapkan diri untuk makan Anda. Setiap kali dia merayap dan 'memeluk' Anda, membungkus seluruh tubuh Anda, dia sedang memeriksa ukuran tubuh Anda."
Dokter tersebut kemudian menjelaskan ular piton sedang menimbang bagaimana memakan obyek sebesar tubuh wanita itu dan bagaimana mempersiapkan serangannya.
Dan ya, ular itu memang tidak mau makan lagi agar perutnya memiliki cukup ruang untuk menelan dan mencerna wanita itu.
Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini adalah Anda harus punya pengetahuan yang banyak tentang perilaku binatang kesayangan Anda, terutama binatang peliharaan yang anti-mainstream.
(Ism, Sumber: Wittyfeed.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya