Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Detik-detik Ferdy Sambo Keceplosan Ikut Tembak Brigadir J (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Dream - Hingga saat ini Ferdy Sambo bersikukuh tidak ikut menembak Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Namun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Desember 2022, ia keceplosan.
Ferdy Sambo tanpa sadar membernarkan sudah menembak Brigadir J. Pengakuan itu terlontar saat Sambo menjadi saksi dengan terdakwa Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf
Saat itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) memperlihatkan barang bukti berupa seragam polisi milik Sambo serta sejumlah senjata api yang disita.
Awalnya JPU menunjukkan barang bukti dua buah seragam polisi bertuliskan Sambo pada bagian name tag serta senjata api laras panjang.
" Ingin menunjukkan pakaian yang saudara pakai saat kejadian yang mana?," tanya JPU kepada Sambo sambil menunjukkan dua buah seragam polisi.
" Ini yang PDL (Pakaian Dinas Lapangan)?," tanya JPU.
" Untuk baju yang saya gunakan jenisnya PDL, tapi apakah ini (yang ditunjukkan JPU) saya tidak tahu pasti karena sudah lama," jawab Sambo.
" Saudara kenal senjata ini," tanya JPU sambil menunjukkan senjata api laras panjang.
" Ya itu senjata strayer," jawab Sambo.
" Apakah ini yang melekat pada ajudan?" tanya JPU lagi.
" Melekat pada ajudan," timpal Sambo.
Kemudian JPU menanyakan kembali ajudan siapa saja yang memegang streayer.
" Yang ajudan yang berganti," jawab Sambo.
" Semua pegang," tambahnya.
Selanjutnya, JPU menunjukkan senjata Glock dan menanyakannya kepada Sambo.
" Ini saudara glock berapa ini?" tanya JPU sambil menunjukkannya kepada Sambo.
" Oh ia ini glock 17," jawab Sambo.
" Ini yang saya serahkan di tanggal 10 ke Eliezer. Kemudian begitu diamankan di Mako saya ambil kembali," jawab Sambo.
Kemudian, jaksa menunjukkan senjata HS yang disebut-sebut milik Brigadir J. Sambil menunjukkan senjata, JPU menanyakan apakah senjata itu yang digunakan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
" Apakah ini yang saudara tembakkan ke (Brigadir J) HS, yang sodara bilang ambil dari punggung?" tanya JPU.
" Yosua. Ia," jawab Sambo.
Sebelumnya, Ferdy Sambo kukuh tidak ikut menembak Brigadir J. Ia bahkan membantah memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J. Menurut Sambo, ia memerintahkan Bharada E untuk menghajar Brigadir J bukan menembak.
Sumber: merdeka.com
Dream - Ketua majelis hakim yang mengadili kasus pembunuhan Brigadir J, Wahyu Iman Santosa, mencecar Ferdy Sambo terkait penembakan ajudannya.
" Saudara bilang enggak mau di-framming hasil poligraf, saya mau tanya terakhir. Berapa kali Richard menembak?" tanya Wahyu.
Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 7 Desember 2022, itu Ferdy Sambo tetap bersikeras tidak menembak Brigadir J.
" Setelah kejadian baru saya tahu 5 kali," kata Sambo.
Hakim lantas bertanya apakah Sambo menembak. Mantan Kadiv Propam itu tegas menjawab tidak menembak Brigadir J. " Saya sudah di awal (bilang) tidak ikut nembak," kata Sambo.
Hakim pun heran dan bertanya perihal tujuh luka tembakan pada jenazah Brigadir J. Sambo mengaku tidak tahu hal itu.
" Hasil sementara autopsi ada 7 luka tembak masuk di tubuh, dan 6 luka tembak keluar. Kalau saudara katakan Eliezer 5, yang 2 siapa?," tanya hakim.
" Saya nggak tahu," jawab Sambo.
" Apa ada orang lain yang nembak?," cecar hakim.
" Saya nggak tahu," ucap Sambo lagi.
" Ya hakim akan simpulkan," timpal hakim.
Dalam persidangan Sambo mengaku telah menjalani tes lie detector atau tes kebohongan soal penembakan Brigadir J. Sambo mengaku hasil tes itu menunjukkan dia dinyatakan tidak jujur.
" Pertanyaan apa yang diajukan kepada saudara saat itu. Di pertanyaan poligraf apakah saudara ditanya apakah saudara menembak kepada Saudara Yosua. Jawaban Saudara apa?," tanya jaksa.
" Tidak (menembak)," timpal Sambo.
" Sudah kah hasil poligraf saudara ketahui, apa?," sambung jaksa.
" Tidak jujur," jawab Sambo
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya