Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Detik-detik Siswi Berhijab Batal Dapat Ijazah Imbas Joget Di Depan Kepala Sekolah Saat Wisuda
Dream - Upacara kelulusan atau wisuda seharusnya menjadi momen bahagia dan tak terlupakan bagi para wisudawan. Sebab, di momen wisuda inilah seorang mahasiswa resmi lulus dari jenjang perkuliahan.
Namun, kejadian tak terduga justru dialami seorang mahasiswa lantaran aksi konyolnya. Bukannya bahagia, mahasiswa bernama Hafsah Abdur Rahman itu harus menahan malu di momen wisudanya.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat mahasiswi asal Philadelphia itu mengenakan pakaian putih dengan warna hijab senada di hari kelulusan.

Sambil membawa bunga, dia menari kegirangan saat namanya dipanggil untuk maju ke depan. Namun karena aksinya itu, ijazahnya tak jadi diberikan oleh sang rektor.
Rupanya, sekolah Hafsah memiliki aturan tersendiri saat upacara kelulusan. Sekolah menginstruksikan kepada siswa dan orangtua untuk tidak bersorak, bertepuk tangan, atau berjalan di atas panggung.

Alhasil, Hafsah dianggap melanggar intruksi sehingga ijazahnya ditahan. Kejadian itu pun membuat banyak orang mengungkapkan kemarahan atas perilaku rektor.
Pasalnya, dua siswa lainnya juga bernasib sama, bahkan fotografer sekolah juga menolak mengambil foto mereka.

Hafsah yang mengenakan pakaian dan hijab serba putih itu mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut.
Dia mengatakan bahwa rektor telah " mencuri momen itu" darinya, yang tak akan pernah bisa mendapatkannya kembali. Selain itu, Hafsah juga menunjukkan bahwa peringatan dari rektor sewenang-wenang dan tidak dijelaskan kepada siswa.
Menurut Hafsah, tarian itu merupakan bentuk ekspresi kebahagiannya. Setelah kasusnya viral, pihak sekolah pun meminta maaf kepada keluarga dan siswa yang terkena dampak.
Sumber: Daily Mail
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya