Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Irfan Suyuti (pakai Kaus Dan Peci Hitam/ YouTube Denny Sumargo)
Dream - Irfan Suyuti, putra guru Gus Samsudin Jadab, memeragakan ilmu kebal saat menjadi tamu dalam podcast Denny Sumargo. Salah satu aksinya yang viral adalah pembuktian ilmu kebal. Irfan Suyuti membacok seorang pria dengan golok.
Aksi itu viral, terutama saat Irfan Suyuti membaca doa sebelum membuktikan ilmu kebal. Salah satu penggalan doa yang dirapal Irfan Suyuti yang viral adalah frasa " wesi yo wesi" . Soal doa itu, Irfan punya penjelasan.
" Ini ada akademisnya juga selain doa, jangan salah. Bahkan ini juga menjadi filosofi kehidupan," kata Irfan Suyuti dalam video yang diunggah kanal YouTube Rasis Infotainment.
Irfan pun berdiri. Dia memeragakan saat menjalani ilmu kebal yang dilakukan di podcast Denny Sumargo. Dia menuturkan menyebut nama Allah saat menarik dan mengeluarkan napas.
" Masuk dan keluarnya napas kita ingat Allah, bagus dong. Mlebu Allah, metu allah [masuk Allah, keluar Allah], embuskan napas," tutur Irfan.
Dia meneruskan bacaan doa tersebut. " Anekotake, mengitikadkan Allah, meyakini bahwa otak ini, urip [hidup] ini, arahnya pada kodrat Allah."
" Dzat Allah. Dzat Allah tak bisa digambarkan," tegas dia.
Dalam doa itu, Irfan Suyuti juga menggunakan asmaul husna. " Kalau untuk penyembuhan berarti baca Ya syaafii, untuk rukyah. Kalau untuk kekebalan ya, Ya qowiyyu Ya Matin," kata dia.
" Ilangono, hilangkanlah, dosaku kang wus kelakon, dosaku yang telah lewat, alias istighfar," lanjut Irfan Suyuti. Setelah itu dia memadukan doa itu dengan sholawat.
" Enggak ada masalah percampuran doa kalau itu mentauhidkan Allah. What's problem gitu loh," tutur dia.
Di tengah pemaparan itu, sang pengacara, Firdaus, langsung menanyakan bagian yang viral " wesi yo wesi" . Irfan Suyuti pun menjelaskan bagian tersebut.
" Jadi tadi sifatnya. Jadi setelah tadi berdoa memohon, asmaul husna, itu tentang sifatnya apa, terus kun fayakun maksudnya apa, dalam hal ini Ya Qowiyyu Ya Matin, Ya Jabbar Ya Qohar, kun fayakun sifatnya apa."
" Sabdadi, sabdadi itu ucapan kita moga-moga terjadi, sifatnya besi ya besi. Maksudnya tubuhnya kemasukan inti besi. Jadi ada lapisan besi, bro," beber Irfan Suyuti.
Menurut Irfan Suyuti, dia tak mau lagi mempraktikkan ilmu kebal. Sebab, ilmu kebal bukan untuk dipamerkan sembarangan. Dia hanya akan memainkannya sesekali saja bila terpaksa.
" Sebab suasananya sudah kayak pasar, sudah bukan khusyuk untuk mencari ilmu yang benar," kata dia.
Dalam pembuktian saat menjadi tamu di podcast Denny Sumargo, aksi Irfan Suyuti disebut gagal. Dari tujuh tebasan, ada satu luka yang diderita pria yang ditebasnya.
Menurut dia, kegagalan itu justru membuktikan bahwa aksinya bukanlah trik. " Jadi membuktikan bukan trik. Justru dari situ Densu percaya," tegas Irfan Suyuti.
Dalam podcast Denny Sumargo, Irfan Suyuti mengakan bahwa salah satu tebasannya melukai karena orang yang digunakan untuk peragaan tidak konsentrasi.
" Para pengisi dan itu harus sinkron. Dia mengaku tidak konsen," kata Irfan Suyuti.
Menurut dia, bila tidak ada ilmu kebal, maka lukanya harusnya lebih parah, tidak hanya satu goresan saja. " Harusnya lebih parah," tambah Irfan Suyuti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya