Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Berzikir merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah SWT. Lewat zikir, kita mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Sebagian orang menjadikan zikir sebagai rutinitasnya. Baik ketika usai sholat maupun dalam kondisi tertentu.
Banyak keutamaan dalam zikir. Salah satunya seperti disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya pada Surat Al Ahzab ayat 41.
" Hai orang-orang yang beriman, zikirlah kamu kepada Allah, dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.
Demikian pula dengan Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya zikir dalam sabdanya diriwayatkan Imam Muslim.
" Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA dan Abi Hurairah RA. Keduanya menyaksikan bahwa Nabi bersabda: 'Tidaklah sebuah kaum berzikir kepada Allah kecuali para Malaikat selalu mengeliling mereka. Dan turunlah rahmat serta turunya ketenangan, dan juga Allah memberikan Rahmat kepada orang yang berada di sekitarnya'."
Meski amalan ini sangat dianjurkan, ada kondisi tertentu seseorang dianjurkan menghentikan zikirnya sebentar. Kapan itu?
Dikutip dari Islami.co, Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar menyebutkan kondisi-kondisi yang sebaiknya zikir dihentikan sebentar.
" Ketika ada orang yang memberi salam kepadanya, maka dianjurkan untuk menjawabnya, kemudian melanjutkan zikir kembali. Ketika ada orang yang bersin di sampingnya maka dianjurkan mendoakannya, lalu melanjutkan zikir lagi. Begitu juga saat mendengar khutbah, atau di saat mendengar azan atau iqamat maka dianjurkan menjawabnya terlebih dahulu, kemudian melanjutkan berzikir kembali. Ketika melihat kemunkaran, maka dicegah terlebih dahulu, atau melihat kebaikan maka lakukanlah terlebih dahulu, juga di saat ada orang yang meminta petunjuk maka diberitahukan terlebih dahulu. Begitu juga di saat mengantuk, maka berhenti sejenak, kemudian melanjutkan berzikir kembali."
Dari penjelasan di atas, zikir lebih baik dihentikan sementara dalam kondisi seperti ketika ada orang memberi salam, ada orang bersin, mendengar khutbah, mendengar azan dan iqamat,
Selain itu, dianjurkan berhenti zikir ketika ada kemunkaran untuk mencegahnya. Atau melihat adanya kebaikan seperti menolong orang, maka dianjurkan dilakukan lebih dulu baru melanjutkan zikir.
Sumber: Islami.co
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya