Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibn Battuta Merupakan Penjelajah Muslim Asal Maroko (Wikipedia)
Dream - Meski misi pergi ke planet Mars yang digagas Mars One baru akan dilakukan 2023, namun peserta yang ikut mendaftar cukup banyak, termasuk dari kaum muslim.
Perusahaan penggagas misi ini yang berbasis di Belanda, memang berharap umat Islam ikut ambil bagian dari misi ini. Menurut mereka, dalam misi itu harus ada Ibn Battuta baru, salah satu penjelajah muslim asal Maroko.
Cerita Ibn Battuta rupanya membuat Mars One kagum. " Dunia muslim memiliki tradisi yang kaya eksplorasi, kami ingin ada Ibn Battuta baru dalam misi ini," tulis Mars One dalam situs resminya.
Ibnu Battuta dilahirkan di Tangier, sebuah kota yang berhampiran dengan selat Gibraltar, Maroko pada 25 Febuari 1304.
Ia berasal dari bangsa Berber, salah satu suku kaum orang Afrika Utara di Lembah Nil, yang tersebar secara meluas di Atlantik ke Oasis Siwa di Mesir, dari Mediterranean ke Sungai Niger.
Ibn Battuta diketahui telah melakukan perjalanan 73.000 mil pada tahun 1325-1355. Dia mengunjungi 44 negara, di antaranya Rusia, Afghanistan, India, Maladewa, Indonesia, Vietnam, Filipina dan Tiongkok.
Pada usia 21 tahun dia pergi ke Mekah untuk menunaikan haji, tepatnya pada Juni 1325.
Perjalanannya didokumentasikan dalam jurnal terkenal, Rihla. Dia menulis bagaimana melihat tanda-tanda ciptaan Allah di mana pun ia pergi. " Tidak pernah, sejauh ini, melewati jalan yang sama dua kali," tulis Ibn Battuta.
" Mereka (peserta yang mendaftar) bisa menjadi Muslim pertama yang menyaksikan tanda-tanda ciptaan Allah di mana pun, termasuk di Mars," kata Mars One.
Saat pendaftaran tahap pertama dibuka, tercatat 200 ribu orang melamar. Termasuk di antaranya 500 penduduk Uni Emirat Arab (UAE) yang sebagian besar muslim.
Setelah melalui saringan, peserta tersisa 1.058 orang saja. Dengan rincian: 586 laki-laki dan 472 perempuan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya