Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto: World Of Buzz
Dream - Kejadian kocak dan memalukan dialami seorang siswi di Thailand. Si gadis bertambah malu karena ceritanya menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Cewek itu viral lantaran salah mengira pekerja konstruksi yang dianggap sebagai tukang ojek. Mungkin di Indonesia, kejadian ini sering kali kita dengar
Gadis itu membagikan kisah memalukannya di Twitter @kscps1. Kisah berawal saat dia terburu-buru pergi ke sekolah karena sudah terlambat.
Si gadis memutuskan untuk naik ojek biar perjalanannya lebih singkat. Tak lama dia melihat seorang pria dengan jaket oranye dan langsung memberhentikannya.
Memang di Thailand pakaian yang dikenakan oleh para tukang ojek adalah rompi berwarna oranye dengan tanda pengenal dan nomor di punggung.
Melihat pemotor itu berhenti dia langsung naik ke motor dan meminta lelaki itu untuk mengantarnya ke pelabuhan.
Namun di tengah jalan, gadis itu mulai merasa ada hal aneh dengan orang yang ditumpanginya tersebut. Ada yang berbeda dari penampilannya.
Pria yang disangka ojek itu tidak mengenakan rompinya yang memasang tanda pengenal. Sementara pengaman kepal ayang digunakan adalah helm pekerja bangunan.
Ternyata orang yang ia anggap tukang ojek ini bukannya tukang ojek, melainkan seorang pekerja bangunan.
Namun karena ia bangun terlambat dan terburu-buru menuju pelabuhan. Wanita ini pun tak menyadarinya hingga ia sudah sampai tengah jalan.
" Lelucon hari ini. Saya bergegas untuk pergi karena saya terlambat. Setelah melihat kemeja oranye (seragam untuk taksi motor di Thailand), saya melambai padanya dan dia menghentikan motornya di depan saya. " ungkap netizen @kscps1 di media sosial Twitternya.
Ia menyadari bahwa tukang ojek yang ia kira ini adalah pekerja bangunan adalah dari penampilannya yang berbeda saat ditengah perjalanan. Namun meski begitu, pria yang diminta untuk mengantarkannya ke pelabuhan ini tetap mengantarkannya dengan senang hati.
Bahkans sesampainya di tempat tujuan, pria ini menolak bayaran yang diberikan oleh perempuan tersebut. Sungguh sebuah hal yang sangat mulia yang dilakukan oleh pekerja bangunan tersebut.
Wah baik banget ya bapak itu.
(Sah, World Of Buzz)
Dream - Kebanyakan orang pasti pernah melakukannya, menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja.
Hal ini tidak salah, karena seringkali memang apa yang kita lihat pertama kali adalah apa yang kemudian membentuk pencitraan kita terhadap orang itu.
Itulah mengapa ada istilah 'first impression'.
Namun akan lebih baik jika kita tidak menilai orang dari wajah atau penampilannya saja. Karena kita tidak tahu dan tidak mengenal seperti apa mereka dari dalam.
Nah, baru-baru ini seorang driver ojek online mambagikan pengalamannya setelah 3,5 tahun bekerja sebagai driver ojol.
Selama itu ia telah mendapat puluhan ribu penumpang dengan berbagai karakter berbeda.
Selama itu pula ia mendapatkan banyak pelajaran, salah satunya adalah dengan tidak menilai orang dari luarnya saja.
Pasalnya, ia kerap mendapat penumpang yang awalnya terlihat galak, menyeramkan, penuh dengan maksiat.
Namun dibalik itu mereka memiliki hati yang baik, bahkan taat beragama. Nah penasaran kan seperti apa? Melansir akun twitter @ryan_nus, berikut ulasannya:
1. Penumpang Indonesia Timur & bercadar

2. Penumpang keturunan Tionghoa & cewek diskotik

3. Penumpang cowok diskotik & beda keyakinan

4. Waria Taman Lawang & si beda pilihan politik

5. Penumpang emosian & si sederhana namun kaya

" Itulah beberapa kisah yang gua alamin. Karena masalah dari sebagian kita adalah terlalu senang generalisir sesuatu. Padahal cukup nilai dari pribadi orangnya masing-masing. Yang baik akan tetap baik, yang buruk akan tetap buruk. Sesederhana itu," Tulis @ryan_nus sebagai penutup.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan