Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Shutterstock
Dream - China memperkenalkan metode baru untuk mendeteksi infeksi virus corona yang mungkin terdengar menjijikan terhadap warganya. Jika lazimnya pengambilan sampel tes Covid-19 dilakukan lewat hidung atau tenggorokan, beberapa kota di China mulai melakukan pemeriksaan menggunakan sampel yang diambil dari anus.
Meski metode ini menuai kontroversi, sejumlah pakar kesehatan di Tiongkok mengklaim tes swab dubur lebih efektif daripada tes swab tenggorokan dan hidung.
" Test ini lebih sensitif dibanding (pengembilan sampel) di tenggorokan atau nasal swab. Beberapa pasien tanpa gejala umumnya sembuh lebih cepat sehingga jejak virus mulai hilang di tenggorakan mereka dalam tiga hingga lima hari," ujar Dokter Senior dari Rumah Sakit You'an, Li Tongzeng dilansir dari Daily Star.
Metode itu dilakukan negeri tirai bambu tersebut demi meningkatkan screening (penyaringan) massal untuk memastikan tidak ada pembawa potensial virus corona yang terlewat di tengah wabah yang berkembang secara regional dan menjelang musim liburan Tahun Baru Imlek.

Li Tongzeng, seorang dokter senior dari rumah sakit Youan di Beijing, mengatakan sampel di dubur pasien lebih efektif dibanding yang berasal dari tenggorokan atau lubang pernafasan. Dia mengatakan, metode pengujian diperkenalkan setelah penelitian menunjukkan bahwa jejak Covid-19 dapat ditemukan lebih lama di anus daripada di saluran pernapasan.
" Kami menemukan bahwa beberapa pasien tanpa gejala cenderung pulih dengan cepat. Ada kemungkinan tidak akan ada jejak virus di tenggorokan mereka setelah tiga hingga lima hari. Tapi virus bertahan lebih lama dari sampel yang diambil dari saluran pencernaan dan kotoran pasien, dibandingkan dengan yang diambil dari saluran pernapasan,” ujarnya.

Metode usap dubur merupakan salah satu inisiasi dari protokol baru seiring infeksi corona yang mulai bermunculan di beberapa kota. Pemerintah dituntut untuk mengambil langkah pencegahan sebelum Tahun Baru Imlek bulan depan, yang sering juga disebut sebagai migrasi tahunan terbesar di dunia, agar tidak menjadi gelombang corona.
Namun, Pakar patologi Universitas Wuhan Yang Zhanqiu mengkritisi metode tersebut karena belum ada bukti bila Sars-CoV2 bisa bertransmisi melalui tinja atau dubur.
“ Ada kasus tentang tes virus corona positif pada kotoran pasien, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu telah ditularkan melalui sistem pencernaan seseorang,” kata dia.

Dikenalkannya tes swab COVID-19 di dubur tak ayal menjadi bahan pembicaraan di China. Video-video pasien menjalani tes tersebut viral di berbagai media sosial. Kebanyakan Netizen merasa geli dengan metode tes baru. Beberapa bahkan berkata tidak akan pulang saat Hari Raya Imlek karena takut harus menjalani tes yang mereka anggap memalukan tersebut.
" Resiko bahaya-nya rendah, resiko memalukan-nya tinggi," ujar seorang netizen di Weibo.
" Setelah melihat gambar yang ada, saya batalkan keinginan untuk pulang saat Hari Raya Imlek," ujar netizen lainnya.
“ Saya telah melakukan dua usapan dubur, setiap kali saya melakukannya, saya harus melakukan usap tenggorokan setelahnya, saya sangat takut perawat lupa untuk mengganti alat swap baru,” canda salah seorang netizen.
Terkait bagaimana tes dilakukan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok telah menerbitkan instruksi bahwa sampel harus diambil dari tinja pasien. Jika hal itu tidak memungkinkan, maka usapan dubur dilakukan dengan memasukkan tongkat berujung kapas tiga sampai lima sentimeter ke dalam rectum. Setelah itu, alat swab harus diputar beberapa kali selama kurang lebih 10 detik sebelum dikeluarkan dari dubur.
Sumber : Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya