Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Tata Surya memiliki setidaknya dua planet lagi menunggu untuk ditemukan di luar orbit Pluto. Keyakinan tersebut disampaikan astronom Spanyol dan Inggris.
Daftar resmi planet di sistem bintang adalah delapan, dengan Neptunus sebagai planet terluar.
Di luar Neptunus, Pluto diturunkan ke status 'planet kerdil' oleh Persatuan Astronomi Internasional pada tahun 2006. Meskipun sebagian pihak masih memperjuangkan status Pluto sebagai planet paling jauh dari Matahari
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Royal Astronomical Society di Inggris, para peneliti mengusulkan setidaknya ada dua planet berada di luar Pluto.
Perhitungan itu didasarkan pada perilaku orbit yang tidak biasa dari batuan ruang angkasa yang sangat jauh yang disebut extreme trans-Neptunian objects atau ETNOs.
Secara teori, ETNOs harus tersebar di pita selebar 150 Unit Astronomi (AU) dari Matahari.
Satu AU, sistem pengukuran jarak Tata Surya, adalah rentang antara Bumi dan Matahari yang mencapai hampir 150 juta kilometer.
"Jumlahnya tidak bisa dipastikan, mengingat data yang kita miliki terbatas. Tetapi perhitungan kami menunjukkan bahwa setidaknya ada dua planet dan mungkin lebih, dalam batas-batas Tata Surya kita," kata Carlos de la Fuente Marcos dari Complutense University of Madrid yang dikutip kantor berita ilmiah Spanyol, Sinc.
"Jika dikonfirmasi, hasil kami mungkin benar-benar revolusioner untuk astronomi," katanya seperti dikutip Dream dari laman english.alarabiya.net, Rabu, 21 Januari 2015.
Sejauh ini, tidak ada bukti langsung yang mampu mendukung teori tersebut.
Tim yang dipimpin Marcos, yang mencakup astrofisikawan di University Cambridge, merancang model didasarkan pada perubahan orbit sebuah komet sebelumnya yang disebut 96P/Machholz 1 ketika mendekati Jupiter, planet terbesar di Tata Surya.
Berdasarkan model ini, pergerakan ETNOs konsisten dengan satu planet di hampir 200 AU dan satu lagi di sekitar 250 AU, kata mereka.
Tahun lalu, teleskop canggih ALMA, yang terletak di gurun kering Atacama di Chile, menemukan bahwa planet-planet di sistem bintang lain dapat menciptakan ratusan AU dari matahari mereka.
Neptunus mengorbit pada jarak rata-rata sekitar 30 AU, dan Pluto, yang memiliki orbit yang sangat eksentrik, mengelilingi Matahari pada rata-rata sekitar 40 AU.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS