Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Merdeka.com
Dream - Kasus langka di dunia kesehatan terjadi di kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ditemukan janin di dalam tubuh bayi berusia 28 hari.
Bayi laki-laki tersebut lahir di RSUD W. Z. Yohanes Kupang melalui persalinan Caesar pada Selasa 18 April 2023. Namun dokter menemukan janin di dalam bayi tersebut setelah 28 hari kemudian.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD W. Z Yohannes Kupang, Stef Soka, menjelaskan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kasus janin di dalam perut bayi baru ditemukan di luar kasus bayi kembar siam dan sejenisnya.
Menurut Stef Soka, bayi tersebut dilahirkan secara Caecar oleh pasien yang dirujuk dari Kabupaten Rote Ndao. Pasien itu dirujuk ke Kupang karena terdapat benjolan yang menyebabkan gangguan buang air besar.
Ia menyebut, awalnya bayi itu didiagnosis terdapat tumor di dalam perutnya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, hasil USG menunjukkan di dalam perut bayi itu terdapat bentukan tulang belakang dan organ gerak menyerupai kaki dan tangan.
" Hasil USG itu tim dokter menyimpulkan sebagai Fetus in Fetu atau adanya janin di dalam perut bayi," ungkap Stef Soka, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 16 Mei 2023.
Ia menjelaskan, kasus medis Fetus in Fetu bisa terjadi saat proses embrio di dalam kandungan ibu selama sembilan bulan, setelah proses perkembangan janin, sehingga tumbuh di dalam perut bayi yang dikandung.
Seiring berjalannya waktu, janin tersebut tidak mendapat aliran darah dan nutrisi makanan. Sehingga mengakibatkan kondisi janin tidak berkembang dan mati.
Setelah bayi tersebut lahir, maka bentukan janin yang ada di dalam perutnya harus segera dikeluarkan melalui tindakan operasi. Karena jika tidak dilakukan, dapat mengganggu usus pencernaan dan berdampak pada gangguan medis pada bayi tersebut.
" Kami berharap kondisi bayi segera pulih dan kembali normal dalam tahap tumbuh kembang si bayi," tutup Stef Soka.
sumber: Merdeka.com
Dream – Ini kasus langka di dunia medis. Seorang dokter melakukan operasi pengangkatan janin, namun bukan dari kandungan seorang ibu, melainkan dari otak anak berusia satu tahun di Shanghai, China
Dokter menemukan janin tersebut setelah sang bayi menunjukkan perkembangan keterampilan motorik yang tertunda, lingkar kepala yang membesar, dan penumpukan cairan di otak.
Dikutip dari Live Science, menurut laporan jurnal Neurology, massa di kepala bayi itu adalah " kembar diamniotik monokorionik yang cacat."
Ini artinya di dalam rahim, janin pernah berbagi plasenta yang sama tetapi memiliki kantung ketuban yang terpisah, kantung berisi cairan berdinding tipis yang mengelilingi janin saat mereka berkembang.
Jenis kembar ini berasal dari telur yang dibuahi yang sama, artinya mereka adalah kembar identik.
Anomali di mana satu janin diselimuti oleh yang lain dikenal sebagai fetus in fetu atau kembar parasit. Kembaran yang terserap biasanya berhenti berkembang sementara yang lain terus tumbuh.
Janin si kembar yang sedang berkembang ditemukan oleh dokter di dalam otak anak itu, yang bekerja sebagai inang.
Fenomena ini sangat langka, hanya terjadi pada 1 dari 500.000 kelahiran. Biasanya, janin yang cacat muncul sebagai massa di perut janin lainnya, terjepit di belakang jaringan yang melapisi dinding perut.
Namun, dalam kasus ini, massa muncul di kepala janin, dan kemungkinan besar muncul sangat awal dalam perkembangannya, pada tahap ketika sel telur yang dibuahi membentuk sekelompok sel yang disebut blastokista.
Pemindaian otak kepala anak berusia 1 tahun itu terungkap bahwa janin sudah memiliki kolom tulang belakang dan dua tulang kaki.
Namun, ini bukan pertama kalinya insiden serupa terjadi. Perut seorang remaja laki-laki Mesir berisi janin yang ternyata telah ada di sana selama 16 tahun ketika ditemukan oleh tim ahli pada tahun 1997.
Tidak hanya itu, pada November tahun lalu, delapan embrio dikeluarkan dari perut bayi berusia 21 hari di Ranchi Jharkhand, India.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam