Diyakini Tewas Usai Diculik 12 Tahun Silam, Ternyata...

Reporter : Irma Suryani
Sabtu, 3 September 2016 15:01
Diyakini Tewas Usai Diculik 12 Tahun Silam, Ternyata...
Polisi China menyatakan David Sneddon menghilang pada tahun 2004 saat melakukan pendakian.

Dream - Mahasiswa Amerika Serikat yang menghilang di China lebih dari 10 tahun yang lalu, David Sneddon, dilaporkan telah ditemukan dalam keadaan masih hidup. Padahal sebelumnya, dia diyakini sudah tewas.

Sebelumnya dia diduga telah diculik dan dipaksa menjadi guru pribadi pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Sneddon diduga menjadi guru Bahasa Inggris Jong Un.

Polisi China menyatakan David Sneddon menghilang pada tahun 2004 saat melakukan pendakian. Ketika dinyatakan hilang, David masih berusia 24 tahun.

Namun keluarganya yang juga datang ke China saat itu yakin David masih hidup. Meski tak ada jejak Sneddon.

David dilaporkan hilang pada 26 Agustus ketika ia tidak muncul menemui saudaranya di bandara Seoul, Korea Selatan.

Otoritas China kemudian memutuskan bahwa pemuda tersebut meninggal di Tiger Leaping Gorge, sebuah ngarai indah di Yunnan Jinsha River yang merupakan destinasi wisata terkenal.

Namun pihak keluarga tidak percaya David meninggal saat melakukan pendakian di ngarai tersebut.

1 dari 2 halaman

Selama ini ternyata....

Namun kabar terbaru mengatakan bahwa pemuda itu hilang karena diculik dan dipaksa menjadi guru pribadi Bahasa Inggris Kim Jong Un yang belakangan menjadi Presiden Korea Utara.

Yahoo Jepang mengklaim David, yang menjadi guru Bahasa Inggris, sekarang diyakini hidup bersama istri dan dua anaknya di Pyongyang.

Ketua Unifikasi Keluarga Korban Penculikan Korea Selatan, Choi Sung-yong, mengklaim David masih hidup. Sementara pemerintah AS terus melakukan pencarian terhadap David yang diperkirakan telah berusia 36 tahun.

Ibunya, Kathleen Sneddon, mengatakan keluarga tahu bahwa putranya itu masih hidup sehingga terus mengupayakan pencarian.

Sejak dinyatakan hilang, pihak keluarga merilis pernyataan di Facebook yang bunyinya, " Kami sangat menghargai doa-doa untuk David, tapi mohon doakan juga untuk rakyat Korea Utara. Setiap hari mereka memberi kami harapan."

Keluarga Sneddon sebelumnya mengatakan mereka percaya David telah menjadi target Korea Utara karena menguasai bahasa Korea. Pemuda itu pandai berbahasa Korea setelah membantu misi keagamaan di Korea Selatan.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Terus Berusaha

Desert News Utah melaporkan, pihak berwenang dari AS akan terus melakukan pencarian secara aktif untuk David.

Anggota Komite Intelijen DPR AS, Chris Stewart, mengatakan bukti sekitar hilangnya David kurang.

" Bukti menunjukkan bahwa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang hilangnya David," katanya.

Anggota delegasi dari Utah itu sebelumnya telah mendesak anggota parlemen di Washington untuk menyelidiki apakah Sneddon menjadi korban penculikan.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair