Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Setiap orang selalu punya urusan. Baik yang hanya menyangkut dirinya maupun orang banyak. Belum lagi jenis urusan tersebut berkaitan dengan banyak hal. Terutama urusan terkait kemaslahatan bersama.
Tentu setiap urusan membutuhkan jalan keluar. Cara penyelesaian yang tepat sehingga bisa diterima oleh semua pihak.
Ketika diminta menjadi pihak yang memutuskan urusan tersebut, kita akan dilanda kegundahan. Khawatir jika keputusan yang diambil tidak tepat atau hanya menyenangkan salah satu pihak.
Dalam situasi tersebut, dianjurkan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Salah satu caranya dengan membaca doa yang tertuang dalam Surat Al A'raf ayat 89.

Rabbanaftakh bainana wa baina qoumina bil khaqqi wa anta khoirul fatikhin.
Artinya,
" Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kamu dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi Keputusan yang sebaik-baiknya."
Dream - Tobat, amalan yang selalu dianjurkan untuk dijalankan secara rutin. Bisa setiap hari, bahkan setiap jam.
Ini karena kita tidak pernah bisa lepas dari dosa. Setiap detik, kesalahan bisa kita lakukan.
Bahkan meski sudah bertobat, peluang kita untuk mengulangi perbuatan buruk tetap ada. Baik sadar maupun tidak, kita bisa melakukannya.
Itulah mengapa nasihat untuk tobat selalu mendorong kita agar rutin melakukannya. Semata agar kita dapat menghapus dosa tersebut.
Selain itu, dianjurkan untuk rutin membaca istighfar ini. Agar kita bisa terhindar dari dosa maksiat yang terulang.

Allahumma inni astaghfiruka min kulli dzanbina tubtu ilaika minhu tsumma 'udtu fihi wa astaghfiruka lima wa'adtuka bihi min nafsi tsumma akhlaftuka fihi wa astaghfiruka lima aradtu wajhakal karimi fa kholathohu ghairuka wa astaghfiruka min kulli ni'matin an'amta 'alaiha 'alayya fasta'antu biha 'ala ma'shiyatika wa astaghfiruka ya 'alimal ghaibi wasy syahadati min kulli dzanbin ataituhu fi dhiyain nahari wa sawwadil laili fi malain wa kholain wa sirrin wa 'alaniyatin ya halim.
Artinya,
" Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari segala dosa yang mana aku telah bertaubat kepada-Mu namun aku mengulanginya lagi. Sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang aku telah berjanji kepada-Mu kemudian aku khilaf kepada-Mu. Sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang telah aku maksudkan untuk berbakti hanya kepada-Mu kemudian ada sesuatu selain dirimu yang mencampurinya. Sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku namun aku gunakan untuk bermaksiat kepada-Mu. Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui alam ghaib dan alam nyata, dari setiap dosa yang aku lakukan di siang hari dan di waku malam, dalam keadaan ramai dan keadaan sepi, dalam keadaan sembunyi dan terang-terangan, wahai Dzat Yang Maha Sangat Mengampuni."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Menghafal Alquran merupakan kebanggaan bagi setiap muslim. Amalan tersebut mengandung banyak keutamaan serta membantu kita melatih daya ingat.
Amalan ini sesungguhnya tidak mudah dijalankan. Tidak banyak orang yang bisa hafal dalam waktu singkat kecuali telah mempersiapkan diri dengan baik.
Persiapan tersebut meliputi fisik dan batin. Seperti waktu yang dimanfaatkan sebaik mungkin untuk hafalan serta pikiran dan hati yang dibersihkan dari kecenderungan buruk.
Ketika sudah bisa menghafal Alquran, maka kita sangat dianjurkan merawatnya. Sebab jika tidak, hafalan bisa hilang dan membuat kita lupa.
Hal ini pernah dialami oleh sahabat Rasulullah Muhammad SAW, Abu Bakar As Shiddiq RA. Sehingga setiap kali selesai menghafal Alquran, Abu Bakar akan membaca doa ini agar Allah menguatkan hafalannya.

Allahumma inni as-aluka bi muhammadin nabiyyika wa ibrahima kholilika wa musa najiyyika wa 'isa kalimatika wa ruhika wa bi tawrati musa wa injili 'isa wa zaburi dawuda wa furqoni muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama wa 'alaihim ajma'in.
Artinya,
" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan Muhammad nabi-Mu, Ibrahim kekasih-Mu, Isa kalimat dan ruh-Mu, taurat Nabi Musa, Injil Nabi Isa, Zabur Nabi Daud dan Al-Quran Nabi Muhammad Saw, semoga atas Nabi Muhammad Saw rahmat dan keselamat juga atas mereka semua."
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya