Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berbagi makanan sudah lumrah terjadi di masyarakat Indonesia. Selain untuk mempererat silaturahmi di antara orang yang terdekat di lingkungan kita, kebiasaan ini juga menjadi cara untuk sealing menebar kebaikan.
Kini berbagi makanan sudah banyak dilakukan dengan beragam cara. Mulai dari dapur bergerak, kedai makan gratis, hingga food box yang rutin diisi makanan segar.
Meski demikian, cara konvensional dengan membagikan langsung kepada orang lain juga masih banyak dipakai. Bahkan cara ini makin banyak diterapkan, terutama di masjid pada waktu-waktu tertentu.
Dewasa ini semakin banyak masjid yang menyediakan makan siang untuk jemaah sholat Jumat. Makanan tersebut ada yang dialokasikan dari dana infak namun jauh lebih banyak berasal dari sedekah masyarakat sekitarnya.
Siapapun dibolehkan menikmati makanan tersebut. Tanpa memandang latar belakang tiap orang.
Ketika kita dapat kesempatan makan makanan dari orang lain, sudah sepatutnya untuk bersyukur. Selain itu, dianjurkan membalas kebaikan orang yang memberikan makanan dengan cara membaca doa ini.

Allahumma aktsir ma lahu wa barik lahu fima a'thoitahu wa yassir lahu ayyaf'ala fihi khoiran wa qonni'hu fima a'thoitahu waj'alna wa iyyahu minasy syakirin.
Artinya,
" Ya Allah, perbanyaklah hartanya, berkahilah rezeki yang Engkau berikan padanya, mudahkanlah dia melakukan kebaikan dengan rezeki tersebut, berilah dia kelapangan hati agar menerima rezeki yang Engkau berikan padanya, jadikanlah kami dan dia bagian dari orang-orang yang bersyukur."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Bisa mengonsumsi makanan adalah kenikmatan yang begitu besar. Kita bisa merasakan betul bagaimana rahmat Allah yang diberikan tanpa syarat.
Makan juga merupakan salah satu kebutuhan utama setiap makhluk, terutama manusia. Kebutuhan ini menuntut dipenuhi sesegera mungkin karena dapat menimbulkan dampak buruk pada tubuh.
Memang, tidak selamanya kita makan di rumah sendiri. Ada kalanya, kita mengonsumsi makanan yang dibeli dari warung, kedai, restoran, apalagi saat bepergian ke suatu daerah.
Patokan utama bagi seorang Muslim dalam mengonsumsi makanan adalah kehalalan. Kita akan menemukan kesulitan mencari makanan halal saat bepergian ke daerah penduduknya non-Muslim.
Menemukan makanan halal di daerah pemukiman non-Muslim tentu jadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang Muslim. Menyantapnya bisa mendatangkan kepuasan.
Ketika telah mengonsumsi makanan yang kehalalannya sudah terjamin, kita dianjurkan untuk membaca doa ini.
Tujuannya untuk bersyukur tidak hanya karena sudah makan namun juga mengonsumsi makanan yang kehalalannya sudah terjamin.

Alhamdulillahil ladzi bi ni'matihi tatimmush shalihatu wa tanzilul barakatu. Allahumma ath'imnaa thoyyiban wasta'milnaa shalihan.
Artinya:
" Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya kebaikan-kebaikan menjadi sempurna dan berkahan turun. Ya Allah, berilah kami makanan yang baik dan bantulah kami berbuat amal shaleh."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Sudah menjadi pemahaman bersama, Muslim hanya mengonsumsi makanan yang halal. Di luar itu, maka tidak boleh dimakan.
Dalam syariat, kedudukan hukum untuk makanan adalah halal dan haram. Makanan halal boleh dikonsumsi, sedangkan haram sama sekali terlarang.
Jangankan masuk mulut hingga perut. Menyentuh makanan haram saja juga tidak dibolehkan karena tergolong najis.
Tetapi, ada juga makanan yang tergolong syubhat. Dalam hal ini kedudukan hukum makanan tersebut belum jelas, apakah tergolong halal atau haram.
Jenis makanan syubhat sendiri ada yang sudah dibahas oleh para ulama sejak dulu namun tidak sedikit yang belum. Jadi, potensi kita menjumpai makanan syubhat cukup tinggi.
Ketika terlanjur mengonsumsi makanan yang belum jelas kedudukan hukumnya, dianjurkan membaca doa ini.

Alhamdulillaahi 'ala kulli halin. Allahumma la taj'alhu lana quwwatan 'ala ma'shiyatika.
Artinya,
" Segala puji bagi Allah atas segala hal. Ya Allah, jangan jadikan makanan ini pada kami sebagai kekuatan untuk bermaksiat kepada-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam