Positif Covid-19, Donald Trump Diberi Dexamethasone, Obat Apa Itu?

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 7 Oktober 2020 06:01
Positif Covid-19, Donald Trump Diberi Dexamethasone, Obat Apa Itu?
Ternyata obat ini diberikan hanya untuk pasien yang .....

Dream- Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif terpapar virus corona atau Covid-19 pada Jumat, 2 Oktober 2020 lalu. Trump diketahui mengalami gejala ringan seperti demam. Ia pun sempat dibawa ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed.

Saat dirawat di RS Walter Reed, Dokter Kepresidenan AS dr Sean Conley menyampaikan Trump diberi obat steroid dexamethasone (deksametason) sebagai bagian dari pengobatan Covid-19. 

Diresepkannya Trump dengan dexamethasone merupakan kabar yang mengkhawatirkan, sebab obat tersebut hanya diberikan pada pasien Covid-19 yang kritis.

Sebelumnya, Dexamethasone telah mendapat lampu hijau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli, untuk digunakan sebagai bagian dari pengobatan Covid-19 yang disebabkan oleh infeksi virus corona baru.

Namun, sangat disarankan obat tersebut hanya boleh dipergunakan pada mereka yang memiliki sakit parah.

Setidaknya, salah satu penelitian terhadap sejumlah besar pasien secara acak telah menunjukkan pasien Covid-19 berangsur membaik setelah diberikan dexamethasone.

Selain itu, pemberian obat ini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dan memperpendek lama waktu pasien di rumah sakit, bagi mereka yang memiliki kadar oksigen darah cukup rendah dan pasien yang membutuhkan ventilator.

Lantas apa sebenarnya obat dexamethasone itu? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan dari Alodokter berikut ini!

1 dari 3 halaman

Apa itu Dexamethasone?

Dexamethasone adalah obat untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan dan penyakit autoimun. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 0,5 mg, sirup, suntikan (injeksi), dan tetes mata.

Dexamethasone termasuk ke dalam golongan obat kortikosteroid. Obat ini hanya boleh digunakan atas resep dokter.

Sama halnya dengan obat kortikosteroid lainnya, dexamethasone yang telah digunakan untuk jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. Dokter akan menurunkan dosis dexamethasone secara bertahap sebelum menghentikan obat ini.

Donald Trump© Foto : Shutterstock

2 dari 3 halaman

Apakah Obat Ini dapat Menyembuhkan Covid-19?

Sampai saat ini, obat dan vaksin untuk COVID-19 masih dalam tahap penelitian. Belum ada satu obat pun yang benar-benar dianggap efektif untuk kondisi ini, termasuk dexamethasone.

Dexamethasone bukan merupakan antivirus, sehingga tidak bisa mengatasi infeksi akibat virus, seperti COVID-19. Namun, dexamethasone sedang diteliti pada pasien COVID-19 berat yang menggunakan ventilator.

Sementara menurut National Institutes of Health, pasien Covid-19 yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dapat mengembangkan respons peradangan sistemik (seluruh tubuh) yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ paru dan disfungsi organ multisistem.

Dalam suatu uji coba, salah satu ahli dari NIH merekomendasikan pemberian dexamethasone kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

3 dari 3 halaman

Apa Saja Efek Samping Dexamethasone?

Sama seperti obat-obatan lain, dexamethasone juga memiliki efek samping jika dikonsumsi tanpa indikasi medis. Di antaranya sebagai berikut:

  • Nafsu makan meningkat
  • Berat badan bertambah
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Gangguan tidur
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sakit perut

Obat dexamethasone© Foto : Shutterstock

Meskipun jarang terjadi, dexamethasone juga bisa menimbulkan efek samping yang lebih serius. Segera ke dokter bila muncul gejala di bawah ini:

  • Demam
  • Perubahan emosi
  • Tubuh mudah lelah
  • Nyeri di tulang, sendi, atau otot
  • Pembengkakan di tungkai
  • Gangguan penglihatan
  • Tinja berwarna hitam
  • Jantung berdebar
  • Kejang

Penggunaan dexamethasone untuk jangka panjang membuat penggunanya mengalami muka yang membulat seperti bulan (moon face), peningkatan kadar gula dalam darah, dan lebih rentan mengalami infeksi. Oleh karena itu, hindari berinteraksi dengan orang yang sedang sakit infeksi atau orang yang baru saja menerima vaksin.

Beri Komentar