Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Donald Trump
Dream- Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif terpapar virus corona atau Covid-19 pada Jumat, 2 Oktober 2020 lalu. Trump diketahui mengalami gejala ringan seperti demam. Ia pun sempat dibawa ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed.
Saat dirawat di RS Walter Reed, Dokter Kepresidenan AS dr Sean Conley menyampaikan Trump diberi obat steroid dexamethasone (deksametason) sebagai bagian dari pengobatan Covid-19.
Diresepkannya Trump dengan dexamethasone merupakan kabar yang mengkhawatirkan, sebab obat tersebut hanya diberikan pada pasien Covid-19 yang kritis.
Sebelumnya, Dexamethasone telah mendapat lampu hijau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli, untuk digunakan sebagai bagian dari pengobatan Covid-19 yang disebabkan oleh infeksi virus corona baru.
Namun, sangat disarankan obat tersebut hanya boleh dipergunakan pada mereka yang memiliki sakit parah.
Setidaknya, salah satu penelitian terhadap sejumlah besar pasien secara acak telah menunjukkan pasien Covid-19 berangsur membaik setelah diberikan dexamethasone.
Selain itu, pemberian obat ini dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dan memperpendek lama waktu pasien di rumah sakit, bagi mereka yang memiliki kadar oksigen darah cukup rendah dan pasien yang membutuhkan ventilator.
Lantas apa sebenarnya obat dexamethasone itu? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan dari Alodokter berikut ini!
Dexamethasone adalah obat untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan dan penyakit autoimun. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 0,5 mg, sirup, suntikan (injeksi), dan tetes mata.
Dexamethasone termasuk ke dalam golongan obat kortikosteroid. Obat ini hanya boleh digunakan atas resep dokter.
Sama halnya dengan obat kortikosteroid lainnya, dexamethasone yang telah digunakan untuk jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. Dokter akan menurunkan dosis dexamethasone secara bertahap sebelum menghentikan obat ini.

Sampai saat ini, obat dan vaksin untuk COVID-19 masih dalam tahap penelitian. Belum ada satu obat pun yang benar-benar dianggap efektif untuk kondisi ini, termasuk dexamethasone.
Dexamethasone bukan merupakan antivirus, sehingga tidak bisa mengatasi infeksi akibat virus, seperti COVID-19. Namun, dexamethasone sedang diteliti pada pasien COVID-19 berat yang menggunakan ventilator.
Sementara menurut National Institutes of Health, pasien Covid-19 yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dapat mengembangkan respons peradangan sistemik (seluruh tubuh) yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ paru dan disfungsi organ multisistem.
Dalam suatu uji coba, salah satu ahli dari NIH merekomendasikan pemberian dexamethasone kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.
Sama seperti obat-obatan lain, dexamethasone juga memiliki efek samping jika dikonsumsi tanpa indikasi medis. Di antaranya sebagai berikut:

Meskipun jarang terjadi, dexamethasone juga bisa menimbulkan efek samping yang lebih serius. Segera ke dokter bila muncul gejala di bawah ini:
Penggunaan dexamethasone untuk jangka panjang membuat penggunanya mengalami muka yang membulat seperti bulan (moon face), peningkatan kadar gula dalam darah, dan lebih rentan mengalami infeksi. Oleh karena itu, hindari berinteraksi dengan orang yang sedang sakit infeksi atau orang yang baru saja menerima vaksin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya