Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Budi Gunawan
Dream - Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya menyetujui Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Keputusan itu diambil dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, yang dihadiri 411 anggota Dewan.
" Sesuai rapat konsultais antara DPR dengan seluruh fraksi disepakati dengan mempertimbangkan hasil fit and proper tes, rapat paripurna menyetujui mengangkat Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri,” kata pimpinan rapat, Taufik Kurniawan, dalam rapat paripurna DPR, Kamis 15 Januari 2015.
Budi Gunawan merupakan calon tunggal yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi ke DPR. Budi juga sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR dan dinyatakan lulus secara aklamasi.
Dan di paripurna kali ini, Budi dinyatakan lulus secara aklamasi sebagai calon kapolri menggantikan Jenderal Polisi Sutarman yang akan pensiun pada Oktober nanti. Kecuali Fraksi Partai Demokrat yang meminta penundaan dan Fraksi Partai Amanat Nasional yang ingin DPR menggelar rapat konsultasi dnegan presiden.
Pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri ini menjadi sorotan. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi pada Selasa 13 Januari 2015. Mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu diduga melakukan tindak pidana korupsi saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Polsi. KPK mengklaim menemukan transaksi yang tidak wajar dalam rekening Budi.
Harta Budi diduga membengkak dengan tidak wajar. Pada 2008, harta kekayaan Budi senilai 4,6 miliar dan kemudian bertambah menjadi Rp 22,6 miliar pada 2013. Budi juga dicurigai melakukan transaksi mencurigakan pada 2006, terkait uang masuk sekitar Rp 54 miliar.
Ketua KPK, Abraham Samad, mengaku telah melakukan penyelidikan sejak Juli 2014. Budi diduga melanggar Pasal 12a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Budi Gunawam telah menjelaskan peningkatan harta tersebut. Menurut dia, peningkatan jumlah harta kekayaan itu terjadi karena adanya kenaikan nilai-nilai jual objek pajak.
" Seluruh harta kekayaan yang saya miliki, saya peroleh dengan sah dan bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada lagi untuk merekayasa, seluruhnya telah kami laporkan," kata Budi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.
Dia juga telah menjelaskan tentang aliran dana dari beberapa sumber yang dicurigai itu. " Saya dapat saya jelaskan, khusus menyangkut saya bahwa benar pada rekening saya terdapat transaksi keuangan terkait kegiatan bisnis keluarga yang melibatkan pihak ketiga selaku kreditur," tutur Budi yang kini menjabat Kepala Lembada dan Pendidikan Polri ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya