Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Titik Rahmawati Dua Minggu Digembok Oleh Warga Karena Positif Covid-19. (Foto: Liputan6.com)
Dream - Wabah virus corona meninggalkan banyak kisah sedih, terutama bagi mereka yang dinyatakan positif Covid-19.
Salah satunya cerita pilu seorang janda beranak dua di Nganjuk, Jawa Timur. Rumahnya digembok ketua RT karena terpapar Covid-19.
Penggembokan ini tentu saja membuat janda bernama Titik Rahmawati itu merasa diperlakukan tidak adil oleh warga.
Titik hanya bisa pasrah berdiri di balik pagar rumahnya di Kelurahan Bogo, Ngajuk. Pagar rumahnya dirantai oleh ketua RT atas kesepakatan warga.
Tentu saja wanita 51 tahun sedih karena merasa dikucilkan oleh warga. Sebab sudah dua pekan lebih pagarnya dirantai hingga dia tak bisa keluar rumah.
Menurut Titik, pada 6 Januari lalu, dirinya dinyatakan positif setelah menjalani rapid test antigen di klinik swasta.
Tiga hari kemudian, Titik kembali menjalani tes usap (swab test) di RSUD Nganjuk, dan hasilnya tetap positif.
Namun pada 16 Januari, Titik melakukan tes antigen lagi di sebuah laboratorium swasta. Kali ini hasilnya negatif.
Meski dinyatakan negatif, Titik tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Jl. Prof Moh Yamin II/17.
Waktu itu Titik memang menolak dibawa Satgas Covid-19 lantaran saat tes terakhir, dirinya dinyatakan negatif.
Karena Titik menolak dibawa Satgas Covid-19 itulah, warga pun berinisiatif mengurungnya di rumah dengan merantai pintu pagar dari luar.
Titik kembali menjalani swab test pada 19 Januari lalu. Hasil swab test terakhir itu menunjukkan bahwa Titik negatif Covid-19.
Dengan dua kali dinyatakan negatif Covid-19, Titik berharap gembok di pagar rumahnya dibuka oleh ketua RT dan warga.
Dia meminta kabar dirinya negatif itu diberitahukan kepada seluruh warga, termasuk ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.
Sementara itu, ketua RT Bambang Priyono menjelaskan penggembokan dilakukan agar Titik tetap di rumah sampai dinyatakan pulih dari Covid-19.
" Selama menunggu hasil dan isolasi mandiri di rumah, beliau harusnya tidak keluar dari rumah. Tapi kenyataan keluar," kata Bambang.
Kini pihak RT akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait bila hasil swab test terakhir Titik dipastikan memang negatif.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya