Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Seorang Ibu Dan Putrinya Bisa Selamat Setelah Terjebak Di Dalam Lift Selama Empat Hari (Foto: AsiaWire/Gaoxin Hospital/Daily Star)
Dream – Ibu dan anak yang sudah sama-sama lanjut usia terjebak di dalam lift selama empat hari. Untuk bertahan hidup, mereka terpaksa meminum urine masing-masing.
Menurut laman Daily Star, ibu berusia 82 tahun dan putriinya yang berusia 64 tahun terjebak di dalam lift di sebuah villa pribadi tanpa alat komunikasi, sehingga mereka tidak bisa meminta bantuan.
Sebelumnya mereka tidak menyadari bahwa lift di villa tersebut tidak berfungsi. Lebih parahnya tidak ada satu orang pun di villa sehingga mereka terjebak di dalamnya tanpa bantuan. Kejadian ini terjadi di negara China bagian barat laut.

Kedua wanita itu terjebak tanpa makanan, air, dan alat komunikasi. Keduanya putus asa terjebak di dalam lift dengan mengumpulkan dan meminum air seni satu sama lain selama 4 hari supaya tetap hidup.
Ketika sang putri buang air kecil, sang ibu akan menadahi di tangannya lalu meminumnya. Begitupu sebaliknya, jika sang ibu buang air kecil, maka gentian putrinya yang menadahi dan meminumnya hingga berlangsung selama 4 hari.

Setelah bertahan hidup penuh air mata dan sempat putus asa, akhirnya keduanya mendapatkan bantuan setelah terperangap selama 3 malam di dalam lift.
Kemudian keduanya di bawa ke rumah sakit Gaoxing Xi’an di Provinsi Shaanxi, China barat laut, untuk mendapatkan pertolongan medis. Ibu dan anak itu mengalami kelelahan dan dehidrasi parah.
Keduanya dirawat oleh dokter Yin Aipin, yang mengatakan bahwa kedua wanita itu memecahkan panel cahaya di lift supaya bisa menghirup udara segar secara bergiliran dari sebuah celah kecil. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan asupan oksigen selama terjebak di dalam lift.
“ Kedua pasien ini tinggal bersama di sebuah villa pribadi, kebetulan lift di villa itu jarang digunakan,” kata dokter Yin.

Mulanya, kedua wanita itu hendak pergi ke lantai dua dan mencoba menggunakan lift yang jarang digunakan tersebut. Tiba-tiba kondisi lift macet dan menjadi gelap serta tidak ada pencahayaan sama sekali.
Karena hendak menuju ke kamar mandi, maka keduanya tidak membawa ponsel. Keduanya tidak membawa apapun yang bisa digunakan untuk menghubungi siapapun di luar. Kebetulan hanya mereka berdua yang tinggal di villa itu.
“ Mereka sedang perjalanan untuk mandi, sehingga mereka tidak membawa ponsel,” kata dokter Yin.

Diceritakan, kedua wanita itu berhasil memecahkan panel cahaya di dalam lift. Sehingga keduanya bisa mendapatkan oksigen dari celah kecil secara bergantian.
“ Sang ibu berdiri di atas putrinya dan menggunakan tinjunya untuk mematahkan panel cahaya di atas kepala mereka. Kemudian ia mencabut kabel dan mereka menggunakannya untuk membuat celah kecil di pintu,” jelas dokter Yin.
Mereka bergiliran duduk di depan celah kecil tersebut untuk menghirup udara segar. Tak hanya itu, keduanya juga harus berjuang melawan kelaparan dan dehidrasi. Untuk mempertahankan hidup, keduanya sepakat untuk meminum air seni satu sama lain.
“ Sang ibu dan putrinya setuju. Kapanpun sang ibu buang air kecil, putrinya akan mengambilnya dengan tangannya. Ketika sang putri buang air kecil, sang ibu akan melakukan hal yang sama. Kondisi ini berlangsung selama empat hari tiga malam,” tambahnya.

Suatu keajabian, karena pada hari keempat terjebak di lift, mereka berhasil membuka pintu lift. Lantas putrinya berlari keluar untuk meminta bantuan. Setelah mendapatkan perawatan dokter di rumah sakit, keduanya pulih dan bisa pulang.
“ Kita tahu bahwa air seni sebagian besar terdiri dari air. Meskipun mengandung beberapa racun, namun air seni masih dapat digunakan untuk mempertahankan hidup untuk sementara waktu,” ucap dokter Yin.
“ Cairan air seni ini sangat penting. Sebab tanpa meminumnya, mungkin kedua wanita ini tidak bisa bertahan begitu lama,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya