Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Facebook.com/Ivan Tan
Dream - Pepatah bilang, " Ada harga, ada rupa." Semakin berkualitas suatu baraang, maka bertambah mahal pula biaya yang harus dikeluarkan.
Ungkapan itu tak hanya berlaku untuk barang saja. Tapi juga penyedia jasa. Semakin tinggi kualitas layanan, semakin mahal pula ongkosnya.
Misalnya saja jasa tukang foto atau fotografer. Jika ingin hasil foto keren, tentunya biaya yang dikeluarkan pun tak murah. Apalagi untuk momen penting seperti pernikahan.
Namun hal itu rupanya berbanding terbalik dengan pengalaman pasangan pengantin asal Singapura ini. Mereka sudah merogoh kantong dalam-dalam, tapi hasilnya sangat jauh dari harapan.
Itulah cerita viral yang baru-baru ini diunggah oleh akun Facebook Ivan Tan viral. Unggahan itu mengungkap kekecewaan pada jasa fotografer pernikahannya.
Ia juga mengunggah beberapa foto hasil jepretan 'Reflection Photography' yang dibayarnya 2700 dolar Singapura atau sekitar Rp28,6 juta.
Ivan mengungkapkan hasil foto yang diterimanya 90% hancur.
Dalam unggahannya itu, Ivan mengaku sangat menyesal menggunakan jasa Reflection Photography tanpa melihat portofolionya terlebih dahulu.
Ia juga mempertanyakan kemampuan dan profesionalisme si fotografer yang menangani pernikahannya 3 bulan lalu.
" Take a closer look at our wedding day album. WHAT A HORROR! 90% of our outdoor shoot was overexposed
Kakak adik kami menghabiskan waktu 2 jam di bawah sinar terik matahari dan begini hasilnya.
Kami sama sekali tidak mengerti mengapa hasil foto bisa sampai seperti ini.
Kami hanya mendengar si fotografer berkata, " oke, bagus, bagus, lanjut!"
Apa semua foto yang terlalu terang begini bagus?
Kami hampir tidak bisa melihat wajah kami sendiri.
Kami seperti hantu.
Mereka menganggap diri mereka professional, tapi pertanyaannya, apakah mereka tahu cara menggunakan kamera?
Jika ia tidak bisa menyetting kamera sesuai kondisi, apakah pantas disebut fotografer?" tulis Ivan dalam akun Facebooknya.
Menurutnya hampir semua hasil foto pernikahanya overexposed, tidak merata, dan tidak sejajar.
Namun kepala fotografer jasa tersebut menganggap bahwa hasil foto mereka sudah bagus dan sama sekali tak meminta maaf.
Ia juga berkelakar sudah menangani 10 pernikahan dengan hasil yang memuaskan.
Sang kepala fotografer malah menyalahkan si subyek foto, Ivan dan istrinya, dan lingkungan yang jelek.
Meski penyedia jasa fotografi tersebut mengaku telah berusaha memperbaiki foto, namun Ivan merasa tidak ada yang bisa diperbaiki.
Melaui postingannya yang diunggah, Ivan memberi peringatan pada netizen untuk selalu teliti dan hati-hati memilih jasa fotografi.
Sebab, pernikahan hanya dilakukan sekali dan pasangan pengantin tentu saja ingin momen sakral mereka terkenang selamanya dengan foto yang indah.
(Sumber: Facebook.com/Ivan Tan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya