Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dukungan Untuk Muslim Australia (ABC International)
Dream - Penyanderaan yang dilakukan Haron Monis (50) di Kafe Lindt, Sydney, sempat membuat Muslim Australia khawatir mendapatkan aksi rasis. Sebab, saat penyanderaan berlangsung selama 16 jam pada Senin kemarin, memang gejala rasisme mulai muncul.
Namun, di tengah kekhawatiran itu, di media sosial muncul sebuah gerakan untuk mendukung kaum Muslim Australia. Dukungan melalui media sosial itu pertama kali di-posting oleh Tessa Kaum melalui Twitter dengan tagae #illridewithyou.
" Saya melihat sebuat tweet yang menyebutkan kebaikan seorang wanita. Kemudian saya merasa ada yang perlu dilakukan lebih banyak di dunia ini,” ujar Tessa sebagaimana dikutip dari ABC International, Selasa 16 Desember 2014.
Tessa mengaku membaca postingan berisi kebaikan seseorang terhadap wanita Muslim yang sedang tertekan di atas kereta. Muslimah itu hendak melepas kerudungnya sebelum didatangi oleh seorang perempuan yang mengatakan, " pakai kembali, saya akan berjalan dengan kamu."
Cerita ini sangat menyentuh Tessa dan menginspirasikannya untuk melakukan hal yang sama. Tessa mengatakan hashtag #illridewithyou ini sebenarnya bermaksud sederhana saja. Ia ingin kebaikan yang diterima oleh wanita Muslim berkerudung itu juga dirasakan oleh semua pengguna transportasi umum, yang khawatir akan keselamatannya.
" Saya akan duduk disamping mereka, sehingga mereka tidak merasa sendiri," kata Tessa. Tagar yang dibuat Tessa kemudian menjadi popular dan menjadi trending di Twitter. Tidak hanya pengguna Twitter di Australia, tetapi juga di negara lain termasuk dari Indonesia.
Para pengguna transportasi umum di Sydney menyambut baik kampanye dan dukungan yang disampaikan di jejaring sosial.
" Saya sangat takut, tetapi semua akan baik-baik saja, komunitas Muslim sangat senang. Saya menyalahkan orang yang melakukan tindakan yang salah, tetapi bukan pada komunitas Muslim," ujar salah satu pengguna transportasi umum.
Hashtag ini pun digunakan oleh aktor asal Australia, Russel Crowe di akun Twitternya saat menyampaikan rasa duka yang mendalam atas penyanderaan yang terjadi di Australia.
Dalam penyanderaan ini tiga orang tewas. Mereka adalah Katrina Dawson dan Tori Johnson yang merupakan manajer kafe. Satu lagi adalah sang penyandera. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan