Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Adi Vivid Agustiadi Bachtiar Dan Orangtuanya (Instagram @adivivid)
Dream - Dilantik menjadi perwira polisi di Istana Negara tentu menjadi kebanggaan bagi setiap anggota Polri. Banyak siswa di akademi yang mendambakan momen itu, termasuk Kombes Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.
Namun, putra mantan Kapolri Jenderal Pol. (Purn) Da'i Bachtiar itu harus mengubur mimpinya dalam-dalam. Sebab, dia gagal dilantik di Istana Negara pada tahun 1998.
Lewat akun Instagram @adivivid, perwira menengah Polri itu membagikan kisah masa lalunya. Kala itu, 17 Desember 1998, menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Pada hari itu, rencananya dia bakal dilantik sebagai perwira Polri di Istana Negara.
Namun kenyataan berkata lain. Adi yang sudah berseragam lengkap perwira dan didampingi oleh orangtuanya justru menuju ke Mabes TNI di Cilangkap. Alih-alih di Istana Negara, dia dilantik di markas tentara itu.
" Dua Puluh Tiga Tahun yang Lalu, tepatnya tanggal 17 Desember 1998, kami dilantik di MABES TNI Cilangkap," tulisnya.
Pemindahan lokasi pelantikan dari Istana Negara ke Mabes TNI Cilangkap bukan tanpa alasan. Tahun 1998 itu memang kondisi sedang bergejolak Sehingga, agenda pelantikan para lulusan Akpol 1998 tersebut batal digelar di Istana Negara.
Karena itulah Adi merasa pengalamannya kurang lengkap. Sebab, kata dia, ada rasa kebanggaan tersendiri bagi para perwira saat dilantik di Istana Negara pada saat itu.
" Saat itu ada rasa kebanggaan yang kurang, mengingat situasi politik yang tidak memungkinkan sehingga kami gagal dilantik di Istana Negara. Di mana momen pelantikan di Istana Negara adalah dambaan dan cita-cita seluruh perwira Akabri," tulis dia.
Namun, pengalaman itu tak memupus cita-cita besarnya. Adi dan kawan-kawan seangkatannya tetap mengabdi pada negara sebagai prajurit Bhayangkara.
" Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat dan tekad kami untuk selalu setia mengabdi kepada bangsa dan negara, sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat," tambah Adi.
Kini, mantan Wakapolres Metro Jakarta Utara ini bertugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo. Dia beberapa kali mengunggah aktivitasnya saat nertugas mendampingi presiden yang karib disapa Jokowi itu.
Beberapa di antaranya yakni saat sedang bersepeda bersama Jokowi dan beberapa paspampres di Kebun Raya Bogor.
Berbagi momen saat bersama para rekan ajudan di area Istana Negara hingga berfoto bersama dengan seorang ajudan dari Singapura.
" Barisan Para ADC Presiden Republik Indonesia dan ADC Presiden Singapura," tulis Adi Vivid.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya