Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shahrizal Denci Di Perkebunan Sayurnya Yang Luas Dan Modern. (Foto: Twitter @dencishahrizal)
Dream - Dalam kehidupan ini, pasti ada masa naik dan turunnya. Semua berpulang pada masing-masing individu dalam menjalani kehidupannya.
Ada yang hanya pasrah dengan ketentuan Allah SWT. Tapi ada juga yang menjadikan kesulitan hidup sebagai cambuk dalam meraih sukses.
Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kehidupan pria Malaysia, Shahrizal Denci. Pria 38 tahun ini sekarang jadi pengusaha sukses.
Dia memiliki kebun sendiri seluas 20 ekar atau 8 hektare yang terletak di Kundasang, Sabah. Sukses yang diraih Shahrizal tak lepas dari peristiwa 7 tahun lalu.
Kata Shahrizal, pada masa itu dia dipandang rendah dan dihina oleh ibu dari mantan kekasihnya, karena dirinya hanya bekerja sebagai petani.
Dia dan mantan kekasihnya itu telah menjalin hubungan selama dua tahun. Tapi cinta mereka tak mendapat restu dari ibu mantan kekasihnya.
" Cinta kami kandas disebabkan pekerjaan saya yang hanya sebagai petani. Hubungan kami tak direstui," kata Shahrizal mengenang.
" Saya kenal dia ketika kami bekerja di tempat yang sama di Kedah. Tidak lama kami putus, saya pulang ke kampung halaman untuk memulai perusahaan ini bersama adik saya," katanya.
Shahrizal yang merupakan mantan mahasiswa Universitas Perlis di bidang Teknik Komputer ini, telah membuktikan dirinya bukan petani biasa.
Kegagalan cintanya dia jadikan sebagai motivasi untuk meraih sukses di bidang pertanian dan perdagangan bersama adiknya.
" Saya menjadikan kisah cinta yang gagal sebagai motivasi. Adik saya menyarankan bisnis ini karena kami dibesarkan oleh ayah yang petani, dan kami tahu tentang dunia pertanian," katanya.
Dengan menggabungkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah, Shahrizal berhasil mengembangkan bisnis pertaniannya mengikuti perkembangan Revolusi Industri 4.0.
Kini, Shahrizal merupakan seorang Agropreneur sukses. Dia juga sudah menikah, dan dikaruniai tiga orang anak yang lucu-lucu.
Selain tanah kebun yang luas, Shahrizal juga memiliki lebih dari 20 varietas tanaman termasuk kubis, tomat, lada benggala, salad, lobak putih dan banyak lagi.
Namun, ada yang lucu dengan kisah sukses Shahrizal. Sebelumnya, ibu dari mantan kekasihnya merendahkan Shahrizal karena pekerjaannya hanya petani biasa.
Beberapa tahun lalu, ibu mantan kekasihnya itu kebetulan melewati kebun milik Shahrizal. Wanita itu sempat berhenti sambil mengagumi luasnya kebun milik Shahrizal.
" Dia bilang 'Walaoei... banyak luas ooo' (Waduh... luas sekali ya). Saya jawab 'Haa.. baru auntie menyesal sekarang, sudah terlambat. I am Agropreneur bukan petani biasa-biasa'. Saya hanya bisa tertawa ketika melihat reaksinya," kata Shahrizal yang sampai sekarang masih berteman baik dengan mantan kekasihnya.
Tetapi, dikarenakan lockdown akibat wabah Covid-19 di Malaysia, roda bisnis Shahrizal agak tersendat. Permintaan dari Sabah dan Brunei Darussalam dihentikan sementara.
Meski begitu, Shahrizal bersyukur bisa berbagi kebaikan di tengah wabah Covid-19 ini. Shahrizal menyumbangkan sayuran kepada petugas kesehatan yang berada di garis depan dalam menangani epidemi Covid-19.
" Minggu lalu saya menyumbangkan sayuran untuk petugas kesehatan dan warga di Pitas, Sabah. Mayoritas orang di sana adalah orang miskin berdasarkan pengalaman dua pekerja saya yang berasal dari sana.
" Untuk para petugas kesehatan di Kundasang juga, mereka bisa datang ke kebun saya untuk mendapatkan sayuran gratis. Hanya perlu datang dan ambil langsung tanpa perlu bayar," katanya.
Sumber: MStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya