Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dokter Reddy Yang Mengabdikan Dirinya Untuk Membantu Pasien Miskin Di India (Sumber:Twitter Dan India Times)
Dream - Kabar duka kembali datang dari dunia kedokteran. Dokter kaum miskin asal Chennai, India, C. Mohan Reddy, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu 22 Juli 2020.
Dokter yang dikenal memberlakukan tarif 10 rupee, atau sekitar Rp2 ribu, pada pasien miskin di India itu meninggal dunia setelah pingsan dan mengalami gagal pernapasan.
Menurut informasi yang beredar, beberapa hari sebelum kematiannya, Reddy baru saja dinyatakan pulih dari Covid-19.

Semasa hidupnya, Reddy membantu banyak kaum miskin yang kesulitan mengakses perawatan kesehatan di wilayah Chennai, India.
Reddy yang mengelola Rumah Perawatan Mohan di Villivakkam sempat menjalani perawatan akibat positif Covid-19 pada 25 Juni lalu.
Setelah beberapa hari dinyatakan sembuh dan kembali beraktifitas, tiba-tiba Reddy pingsan dan mengalami gagal pernapasan hingga meninggal dunia.
Dokter yang lahir pada tahun 1936 di Nellore, Andhra Pradesh, ini menjalani pendidikannya di Gudur dan lulus dari Kilpauk Medical College.
Reddy kemudian pindah ke Tamil Nadu dan memulai klinik Mohan di Villivakkam, sebuah pusat perawatan pasien miskin yang dia teruskan sampai akhir hidupnya.
Tak mau membebani pasiennya, Reddy hanya mematok biaya 10 rupee (Rp2 ribu) bagi pasien yang kurang mampu. Padahal umumnya, biaya konsultasi dokter di India berkisar 100 rupee.

Reddy yang memang belum menikah memutuskan tinggal di rumah sakit. Dirinya pun siap siaga menangani pasien, tak kenal waktu.
Sejak India melakukan kebijakan lockdown, Reddy masih menerima beberapa pasien di usianya yang sangat berisiko.
Menurut penurutan saudara lelakinya, Reddy bahkan lebih mementingkan pasien daripada dirinya sendiri selama COVID-19.
Sumber India Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya