Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Eko Yuli Berhasil Menyumbang Medali Emas Angkat Besi Putra Kelas 62kg. (Bola.com/Peksi Cahyo)
Dream - Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, meraih hasil gemilang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Asghabat, Turkmenistan, pada Sabtu, 3 November 2018. Eko berhasil menyabet medali emas untuk kelas 61 kilogram sekaligus memegang rekor dunia.
Eko sukses mengangkat beban dengan total seberat 317 kilogram. Terdiri dari angkatan clean and jerk seberat 174 kilogram dan snatch seberat 143 kilogram.
Manajer Tim Angkat Besi Indonesia, Sony Kasiran, mengatakan keberhasilan Eko tidak lepas dari strategi yang diterapkan.
" Awalnya kita ajukan angkatan 177 untuk clean and jerk untuk mengelabui Tiongkok. Tapi, ketika Tiongkok dan Kolombia gagal di angkatan 172, akhirnya tim pelatih putuskan menjadi 174 kilogram," ujar Sony kepada Liputan6.com, Minggu 4 November 2018.
Pada kelas 61 kilogram ini, lifter China, Fabin Li, mendapatkan medali perak dengan total angkatan 310 kilogram. Sementara posisi perunggu diraih Fulin Qin dengan total angkatan 308 kilogram.
Dream - Pundi medali emas Indonesia di Asian Games 2018 bertambah lagi. Kali ini dari Eko Yuli Irawan, lewat cabang olahraga angkat berat untuk nomor 62 kg putra.
Bertanding di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 21 Agustus 2018, Eko Yuli Irawan mencatatkan hasil terbaik dengan total angkatan 311 kg. Ia hanya sekali gagal di angkatan 175 kg.
Sedangkan medali perak diraih lifter Vietnam, Van Vinh Trinh, kemudian perunggu diraih lifter Uzbekistan Ergashev Adkhamjon.
Eko Yuli diketahui menjadi salah satu andalan Indonesia untuk meraih emas di Asian Games kali ini. Mengingat ia pernah meraih medali perunggu di Olimpiade 2008 dan 2012, serta medali perak pada Olimpiade Rio 2016.
Sementara untuk Asian Games, Eko Yuli belum pernah meraih emas. Ia hanya meraih medali perunggu dalam dua edisi sebelumnya.
Tim angkat berat menargetkan dua medali emas untuk Asian Games 2018. Ada 13 lifter yang diturunkan Indonesia dalam ajang ini.
(Sumber: Liputan6/Adyaksa Vidi)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya