Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang bio-hacker dari Grenoble, Perancis, Adrien Locatelli melakukan eksperimen aneh. Dia membuat pola DNA dari ayat-ayat Alkitab dan Alquran.
Tak hanya menyusun, dia juga menyuntikan DNA yang terbuat dari terjemahan Alkitab dan Alquran itu ke tubuhnya.
Dikutip dari Oddity Central, Locatelli diyakini masih menjalani sekolah menengah. Dia memilih bagian-bagian dari Alkitab dan Alquran yang dia ingin simpan di tubuhnya dalam bentuk DNA.
Dia kemudian menempatkan satu dari empat huruf yang berhubungan dengan bahan kimia yang terbuat dari DNA (ACGT) untuk setiap karakter dalam bagian, dalam urutan GACT.
Dengan menggunakan alat online gratis, pelaku eksperimen yang berani menerjemahkan informasi nukleotida ke dalam urutan protein yang akhirnya disuntikkan ke pahanya.
Dia penasaran ingin tahu apakah DNA yang dibuatnya dapat bekerja.
“ Studi terbaru melaporkan bahwa dimungkinkan untuk mengubah semua jenis informasi menjadi DNA untuk tujuan penyimpanan. Karena dimungkinkan untuk mengubah informasi digital menjadi DNA, saya bertanya-tanya apakah mungkin mengubah teks agama menjadi DNA dan menyuntikkannya pada makhluk hidup," kata Locatelli.
“ Ini adalah pertama kalinya seseorang menyuntikkan DNA dengan makromolekul yang dikembangkan dari sebuah teks. Ini sangat simbolis walaupun tidak memiliki banyak tujuan,” ujar dia.
Jadi apa hasil dari eksperimen ilmiah yang tidak biasa ini? Nah, Locatelli mengatakan bahwa kaki kirinya bengkak selama beberapa hari setelah injeksi. Tetapi, selain itu, dia tidak melihat efek lainnya.
Meski diklaim sebagai yang pertama, eksperimen Locatelli ini tidak menarik perhatian komunitas ilmiah. Sebagian besar pakar mencemooh metodologi bio-hacker dan motivasinya untuk mempertaruhkan nyawanya.
“ Biohackers sayang. Tolong berhenti. Anda idiot,” ujar pendiri perusahaan resistensi antibiotik, Isaac Stoner. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya