Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pria India berusia 52 tahun mengalami nasib yang mengerikan. Alat vitalnya mengalami ereksi selama dua hari karena tumbuhnya gangrene yaitu kondisi jaringan tubuh yang mati akibat tidak mendapat pasokan darah.
Dokter di King George`s Medical University Lucknow, India akhirnya memutuskan untuk mengamputasi alat vital pria itu.
Dilaporkan Mirror, lelaki itu awalnya mendatangi rumah sakit karena tak bisa menghilangkan rasa nyeri akibat ereksi.
Petugas medis mengeringkan darah dari alat vital pria itu. Tetapi, saat kateter dilepas, alat vital pasien menjukkan tumbuhnya gangren hitam.
Gangreng tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan jaringan yang parah.
Pria itu menderita priapisme, istilah medis untuk ereksi yang kokoh dan menyakitkan. Tidak diketahui penyebab pasien mengalami kondisi ini.
Tetapi, dokter yang menulis laporan ini, Saqib Mehdi menyebut, kondisi ereksi tanpa henti ini diduga muncul karena penggunaan obat resep ereksi ilegal atau legal, termasuk Viagra.
" Kami melepas kateter uretra," tulis Saqib Mehdi dalam laporan kasus.
Tiga minggu setelah operasi, pria itu dapat buang air kecil seperti biasa. Tapi, operasi itu yang mengubah hidupnya.(Sah)
Dream - Kasus Sito, mertua yang melaporkan sang menantu, Basar, gara-gara tudingan memiliki alat vital yang besar, sangat menyita perhatian masyarakat.
Kasus di Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terjadi setelah Sito etrmakan kabar bohong yang menyebut putrinya meninggal gara-gara Basar memiliki alat vital yang terlalu besar.
Kabar hoaks ini diembus-embuskan oleh orang-orang sekitar. Karena kabar itulah Sito melaporkan Basar ke polisi dengan tuduhan dugaan telah membunuh sang putri tercinta.
Tapi dalam proses mediasi, Basar tak terbukti memiliki alat vital yang besar. Sito akhirnya meminta maaf atas laporan yang telah dibuat.
Berikut deretan fakta terkait kasus ini dikutip dari laman Liputan6.com:
Kanit Reskrim Polsek Maron, Aipda Dadang, mengatakan, Sito melaporkan Basar karena diduga anaknya meninggal dunia pasca berhubungan intim dengan suaminya yang dikabarkan memiliki alat vital terlalu besar.
Sebab, ketika ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, berada di dalam kamar.
" Jadi meninggalnya anaknya itu diduga akibat suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar, sehingga kemudian mengakibatkan anaknya meninggal," ujar Dadang kepada Liputan6.com, Rabu 27 Maret 2019.
Setelah mendapat laporan itu, polisi kemudian mengumpulkan keluarga dan perangkat desa. Dalam pertemuan itu dilakukan untuk mengklarifikasi kebenaran berita mengenai korban meninggal akibat alat kelamin suaminya terlalu besar.
Dadang berujar, Sito juga tidak mengetahui secara pasti alat vital menantuanya itu terlalu besar atau tidak. " Jadi tidak tahu sendiri, tetapi dapat info dari orang luar," ucap dia.
Setelah berkumpul, Basar kemudian memperlihatkan alat vitalnya di depan Sito. Setelah melihat secara langsung, Sito akhirnya percaya kalau Basar bukanlah orang yang menyebabkan putrinya meninggal dunia.
" Karena itu, masyarakat jangan mudah termakan hoaks. Sebelum bertindak harus didasari kepada kebenaran, sehingga tidak ada saling curiga," kata Dadang.
Dadang melanjutkan, korban yang diketahui bernama Jumarti meninggal dunia karena penyakit epilepsi yang sudah sejak usia 14 tahun dideritanya.
Karena tidak terbukti, Sito kemudian mencabut laporannya itu dan mengakui ada kesalahpahaman.
" Saya minta maaf sebesarnya. Seribu maaf dari saya. Saya anggap perkara ini tidak ada, aman," kata Sito.
Ia juga mengakui terlalu cepat mengambil kesimpulan terhadap berita yang belum diketahui kebenarannya itu.
" Banyak orang bilang kelamin menantu saya besar. Ternyata saya lihat sendiri kecil. Jadi saya cabut perkara itu. Dan saya tak akan percaya omongan tetangga lagi. Mereka itu dajjal, yang tukang buat omongan. Saya enggak percaya lagi," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya