Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Seorang gadis remaja yang kini berusia 15 tahun menjadi korban prostitusi. Selama 1,5 tahun ia disekap di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat dan dijadikan pekerja seks komersial (PSK).
Kasus ini terbongkar setelah korban berhasil melarikan diri dari sekapan sang muncikari. Korban ditemani orang tuanya kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Laporan korban terdaftar dengan nomor LP/B/2912/VI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Berikut ini fakta-fakta soal gadis remaja yang disekap dan dipaksa menjadi PSK dilansir dari Merdeka.com:
Pengacara korban, Muhammad Zakir Rasyidin, mengatakan korban awalnya diajak temannya main ke sebuah apartemen di Jakarta Barat pada Januari 2021.
Korban kemudian dikenalkan dengan muncikari, perempuan inisial EMT. Ketika itu, diajak ke suatu tempat namun tidak diizinkan pulang.
" Setelah sampai anak ini tidak bisa pulang karena diharuskan bekerja," kata Zakir.
Zakir menerangkan, korban dipaksa bekerja dengan imingi-imingi sejumlah uang. EMT juga menjanjikan mengubah penampilannya menjadi cantik.
Ternyata, pekerjannya melayani pria hidung belang. Bahkan, terlapor EMT menyewa puluhan kamar untuk menjalani praktik prostitusi.
" Korban diajak berpindah-pindah dari apartemen satu ke apartemen lainnya. Itu di daerah Jakarta Barat, ada di daerah Pluit," ujar dia.
Zakir mengatakan, kliennya disekap dan tidak diperbolehkan cerita kepada siapa pun termasuk orangtua. Jika ada orang lain tahu maka korban diminta melunasi utang Rp35 juta.
" Jadi keluarga disampaikan korban hanya bekerja. Dia tidak sampaikan detil apa pekerjaannya karena dia tertekan. Katanya harus bayar utang Rp35 juta ketika dia keluar dari tempat itu," ujar dia.
Zakir mengatakan, kliennya sama sekali tak tahu-menahu soal utang Rp35 juta. Bahkan, menurut cerita orangtuanya sepeda motor temannya pun sempat disita sebagai jaminan utang.
" Utang kita enggak tahu itu dari mana sumbernya," ujar dia.
Selama di apartemen milik tersangka, ia dipaksa untuk melayani tamu pria hidung belang. Korban juga diwajibkan menyetorkan uang Rp 1 juta per hari dari bisnis haram tersebut.
" Jadi dia kan ditekan dieksploitasi dirinya untuk menghasilkan uang satu per hari. Kalau tidak menghasilkan uang satu juta per hari dia diminta untuk bayar hutang. Jadi eksploitasinya itu dalam bentuk penekanan tadi," tutur Zakir.
Zakir mengatakan, kliennya berhasil kabur pada Juni 2022 dan kemudian bercerita kepada orang tua. Kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Laporan korban teregister dengan nomor LP/B/2912/VO/2022/SPKT/POLDA METRO Jaya. Zakir mendesak pelaku segera diproses hukum.
" Kami minta pelaku segera ditangkap karena pelaku berbahaya sekali, karena ini anak di bawah umur korbannya. Kita kan tahu bahwa anak di bawah umur harus menjadi subjek yang terlindungi," katanya.
EMT diduga berperan sebagai mami atau muncikari yang bertanggung jawab untuk semua anak-anak yang dipekerjakan.
" Kalau cerita ke saya tadi, di situ banyak sekali tapi enggak tahu jumlahnya. Tapi yang pasti kamarnya yang disewakan itu ada kurang lebih sekitar 20-an kamar di satu apartemen," ujar Zakir.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya