Fakta-Fakta Bomber Gereja Katedral Kota Makassar

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 Maret 2021 13:00
Fakta-Fakta Bomber Gereja Katedral Kota Makassar
Pelaku adalah pasangan suami istri, terlibat dengan jaringan teroris JAD.

Dream - Minggu pagi, 28 Maret 2021, suasana tenang Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terusik. Terdengar ledakan cukup keras di depan Gereja Katedral Makassar.

Bukan ledakan biasa, namun bom bunuh diri, yang menyasar gereja tersebut. Sejumlah orang terluka. Mengundang duka sekaligus memicu amarah.

Dua orang beda lawan jenis belakangan teridentifikasi sebagai pelaku. Sepasang suami istri yang berusaha melakukan amalan teror, hasil ajaran doktrin yang menyesatkan.

1 dari 4 halaman

Sempat Dihalangi Petugas Keamanan

Sebelum terjadi ledakan, dua orang tertangkap kamera mengendarai motor. Melintas dari jalan menuju gerbang masuk gereja. Mencoba masuk dengan menerobos.

Laju motor tertahan oleh petugas keamanan gereja. Tak lama, ledakan terjadi. Pasangan itu tewas dengan kondisi tubuh tercerai berai, sementara petugas keamanan mengalami luka.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan, menyatakan 14 orang menjadi korban dalam insiden itu. Mereka menjalani perawatan di rumah sakit.

 

2 dari 4 halaman

Identifikasi Pelaku

Dalam waktu tak berselang lama, Polri mendapatkan identitas dari dua orang yang diduga pelaku. Keduanya yaitu L berjenis kelamin pria dan YSF berjenis kelamin wanita.

Identitas L terkuak lewat metode uji DNA, sementara YSF dari identifikasi sidik jari. Keduanya diketahui sebagai pasangan suami istri.

" Identik bahwa pelaku yang laki-laki betul bernama saudara L. Dan ini sudah kita cocokkan dengan keluarganya, sedangkan yang perempuan adalah saudara YSF. Yang perempuan ini adalah istri saudara L dan sudah sudah kita identifikasi, identik dengan sidik jari yang kita dapatkan," ujar Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo.

 

3 dari 4 halaman

Menikah 6 Bulan, Berafiliasi dengan JAD

L dan YSF baru menikah enam bulan lamanya. Pasangan ini ternyata berafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah, JAD.

Kedua pelaku dinikahkan oleh Rizaldi. Sementara Rizaldi sudah ditangkap pada Januari lalu karena terlibat dalam teror bom Gereja Katedral Jolo, Filipina, pada 2018.

Polisi melakukan pengembangan dan menangkap empat terduga teroris di tempat berbeda. Tetapi, keempatnya memiliki kaitan dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

 

4 dari 4 halaman

Belajar Merakit Bom dari Pelatihan Online

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Boy Rafli Amar, menyatakan, kemampuan dua bomber Gereja Katedral Makassar dalam merakit bom didapat dari media sosial. Kemudian mereka mengembangkan sendiri.

" Ada informasi online training di media sosial yag dikembangkan mereka. Mereka kembangkan tata cara membuat bahan peledak," kata Boy.

Dalam mempersiapkan aksinya, L dan YSF mendapat dukungan dari beberapa personal di lingkaran kelompok mereka. Jumlahnya antara dua hingga tiga orang.

Beri Komentar