Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tersangka Pembunuhan Bocah Tujuh Tahun Di Bogor Ditangkap Di Pemalang. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang/Muhamad Ridlo)
Dream - FA, bocah 7 tahun di Megamendung, Bogor, Jawa Barat tewas mengenaskan di dalam bak mandi. FA ditemukan terbungkus kain sarung di rumah kontrakan tukang bubur ayam.
FA menghilang sejak Jumat, 28 Juni 2019. Jenazah FA ditemukan Selasa, 2 Juli 2019.
Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Moch Dicky sempat menyebut salah satu terduga pelaku yaitu tukang bubur.
Berikut sejumlah fakta pembunuhan FA, dilaporkan Liputan6.com,
Pelaku Diamankan di Rumahnya
Pelaku pembunuhan FA bernama Haryanto, warga Desa Gendong, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah. Menurut polisi, dia sempat sempat melarikan diri ke Surabaya, Semarang, dan Cirebon.
Saat pulang, warga mengabarkan Haryanto pulang kampung. Setelah mendapat itu, polisi mendatangi rumah pelaku dan menangkapnya.
Pelaku Terbayang Wajah Korban
Haryanto mengaku ketakutan usai membunuh FA. Dia mengatakan, selalu terbayang-bayang wajah korban. Kondisi itu membuatnya melarikan diri ke sejumlah kota.
Alasan Membunuh FA
Haryanto diduga membunuh FA karena terganggu saat menjalani istirahat berjualan. Haryanto kalap dan menganiaya korban.
Jadi Korban Copet
Saat pelarian, Haryanto sempat bingung. Dia menuju ke Surabaya selama dua hari, Cirebon, dan melanjutkan perjalanan ke Semarang. Tapi, saat di Semarang, dia menjadi korban copet dan kehilangan ponselnya.
Kondisi itulah yang membuatnya pulang ke Pemalang.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Ridlo)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya