Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Penerapan sistem zonasi jelang tahun ajaran baru nampaknya masih banyak dikeluhkan para orangtua. Sistem itu menuai banyak protes, karena ada tak sedikit anak berprestasi yang mendapat sekolah favorit. Meski saat ini tak ada lagi sekolah unggulan.
Sejatinya, pemerintah menerapkan sistem zonasi dengan maksud pemerataan pendidikan. Namun pelaksanaannya di lapangan masih banyak masyarakat yang kurang paham.
Terlepas dari itu semua, penahkah kamu membayangkan bagaimana jika pernikahan juga diberi kebijakan sistem zonasi?
Tampaknya video berikut ini bisa menjadi contoh jika jodoh dan pernikahan menggunakan sistem zonasi.
Video berikut ini memperlihatkan sebuah resepsi pernikahan di sebuah daerah di Indonesia.
Dalam rekaman itu terdengar pernyataan yang merekam, mungkin begini jadinya kalau sistem zonasi di berlakukan pada pernikahan.
Perekam pun sontak memperlihatkan jarak rumah mempelai pria dan wanita.
Ternyata rumah kedua pasangan pengantin itu saling berhadapan berjarak hanya beberapa meter dan hanya dipisahkan jalan kampung.
" Begini jika pernikahan menggunakan sistem zonasi, Ini rumah pengantin perempuan, dan ini rumah pengantin laki-lakinya" ujar sang perekam video sambil menujukkan rumah mempelai lelaki.
Video itu kemudia viral dan mendapat banyak komentar jenaka warganet sejak diposting ke instagram oleh akun @Makasarinfo.
" Tuh blm 2030 rencana pemerintah utk nikah zonasi sdh d jln kan," tulis akun @efr***.
" Sodaraku ada yg bgitu😅 rumahnya sebelahan.pacar 5 langkah haha," tulis akun @peso***.
Berikut videonya:
Dream - Perkembangan dunia digital memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perjalanan hidup orang-orang.
Baru-baru ini, sepasang kekasih yang sebelumnya menjalin hubungan melalui aplikasi kencan memutuskan menikah di hari mereka pertama kali bertemu secara langsung.
Setelah bertemu untuk pertama kalinya di bandara dengan memakai pakaian pengantin lengkap, mereka segera terbang ke Las Vegas untuk meresmikan pernikahan mereka.
Sarah Elliott, 34 tahun, berkenalan dengan Paul Edwards, 36 tahun, melalui aplikasi kencan Bumble.
Hanya dalam beberapa hari, cinta tumbuh di antara mereka hingga keduanya memutuskan berpacaran.
Mereka berkenalan pertama kalinya pada 15 Desember. Setelah itu mereka mulai bertukar pesan dan rutin berkomunikasi via telepon sejak pertama kali dilakukan pada 22 Desember.
Namun, satu hari kemudian, mereka memutuskan untuk menikah meski sebelumnya tidak pernah saling tahu wajah masing-masing.
Bertemu langsung untuk pertama kalinya di Bandara Gatwick pada tanggal 25 Desember, kedua pasangan itu kemudian terbang ke Las Vegas untuk meresmikan pernikahan unik itu.
Untuk meresmikan pernikahan mereka, Sarah dan Paul sepakat memesan tempat di Bellagio Hotel and Casino.
Sarah, seorang pengasuh yang tinggal di Tunbridge Wells mengatakan, dia langsung jatuh cinta kepada Paul saat pertama kali berkenalan.
" Kami langsung klik, seolah ada ikatan yang tidak terpisahkan. Kami tidak melewati masa pacaran. Kami tahu itu adalah sebuah tantangan, tapi saya merasa Paul seperti sudah menjadi teman hidup terbaik saya," kata wanita asal Selandia Baru ini.
Sarah merasa dirinya adalah tipe orang yang selalu berpikiran logis. Tapi aturan-aturan tersebut semuanya seolah dilanggarnya.
" Masing-masing dari kami sudah pernah mencoba menjalin hubungan dengan cara konvensional. Tapi semuanya tidak berhasil. Lantas kami berpikir, mengapa tidak langsung menikah saja?" kata Sarah.
Sarah dan Paul, yang bekerja di dunia broadcasting, bertemu di aplikasi kencan online dan langsung jadian.
" Aku melihat profil Paul, yang terlihat seperti pria yang baik dan penuh cinta. Apa yang dia tulis benar-benar jujur dan terbuka. Ketika kami dicocokkan, aku mengirimnya pesan," kata Sarah.
Sarah mengirim pesan dengan nada bercanda kepada Paul. Dia mengaku bahwa di rumahnya sudah ada dua orang bernama Paul, dan tidak ada salahnya jika ingin menambah satu Paul lagi.
" Dia merespons dengan jawaban yang membuatku tersanjung. Dia bilang 'Sepertinya Paul yang ketiga akan menjadi yang terbaik dan aku tidak punya orang bernama Sarah dalam hidupku. Jadi aku akan menjadikanmu sebagai satu-satunya'," kata Sarah.
Mereka kemudian berbicara untuk pertama kalinya lewat telepon pada Sabtu malam selama dua setengah jam.
Setelah itu, mereka melakukannya sekali lagi pada hari Minggu pagi selama satu setengah jam.
" Minggu malamnya kami mengobrol di telepon selama tiga jam. Pada Senin pagi - tiga hari setelah kami mulai berbicara lewat telepon - kami membuat komitmen untuk menikah," ujar Sarah.
Paul seorang duda dari Chichester, West Sussex. Dia memiliki dua anak perempuanberusia 15 dan 13 tahun dari pernikahan sebelumnya.
Sedangkan Sarah menikah tapi hanya bertahan enam bulan. Saat ini dia sedang mengurus penjualan rumah yang dibeli bersama mantan pasangannya.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

