Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
SU Alias Mita, Pelaku Dugaan Penipuan Setelah Menikah Dengan Sesama Jenis. (Foto: Lombok Post)
Dream - Masih ingat dengan kasus pengantin pria tertipu dengan mempelai wanita yang baru dinikahinya di Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat?
Kasusnya kini viral setelah korban melaporkan pelaku ke polisi. Dari pemeriksaan, fakta-fakta baru yang mengejutkan pun terungkap.
Sebelumnya, MU, 31 tahun, warga Kecamatan Kediri, melaporkan SU alias Mita, laki-laki 25 tahun asal Ampenan, atas kasus penipuan.
MU melaporkan SU karena merasa ditipu sebab tidak tahu jika istri yang dinikahinya itu ternyata seorang lelaki tulen.
Namun dalam pengakuan di depan polisi, SU bilang bahwa suaminya itu sudah tahu bahwa dia adalah laki-laki. SU bahkan tahu sebelum menikah.
" Dia tahu saya laki-laki, dia tahu saya tidak punya payudara. Dia tahu saya punya (alat kelamin laki-laki)," kata SU di hadapan penyidik.
SU kemudian bicara blak-blakan mengenai perkenalannya dengan MU. Mereka berkenalan melalui aplikasi media sosial. Tetapi itu baru pengakuan tersangka.
MU awalnya memang tidak tahu kalau SU adalah laki-laki. Setelah kenalan, MU dan SU berpacaran sejak Februari lalu.
Singkat cerita, MU beberapa kali mengajak SU untuk menikah. Namun SU selalu menolak. SU ingin perkenalan yang lebih lama agar saling memahami satu sama lain.
“ Pernah saya bilang mau putus, tapi dia bilang mau bunuh diri,” kata SU.
Meski sudah sering telponan dan chattingan, MU masih belum sadar bahwa SU adalah seorang laki-laki.
MU bahkan tetap tidak menyadarinya ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya saat akan menikah.
" Dia memang tidak tahu saya laki-laki, tapi saat pertama saya ke rumahnya, dia paksa saya berhubungan,” kata SU.
SU mengatakan mereka sebenarnya sudah tiga kali berhubungan intim sebelum akad nikah dilaksanakan.
" Setelah menikah, kami juga berhubungan intim sekali. Jadi totalnya empat kali," aku SU.
Dari situlah, akhirnya identitas SU yang berjenis kelamin laki-laki terbongkar. Sehingga pada suatu malam MU akhirnya meminta cerai.
“ Dia ajak saya pulang dengan baik-baik. Bukan kabur. Saya berada di rumah MU satu minggu,” kata SU.
Sementara menurut keterangan Kasatreskrim Polres Lobar AKP Dhafid Shiddiq, pelapor mengakui ia dan SU memang pernah berhubungan intim.
" Mereka memang sempat berhubungan intim empat kali. Mohon maaf lewat dubur. Pengakuan terlapor, karena yang bersangkutan mengaku sedang datang bulan," ujar Shiddiq.
Shiddiq mengatakan MU dan Mita melangsungkan pernikahan di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri. Mereka dinikahkan oleh kepala dusun tanpa wali nikah.
Menurut laporan, SU mengaku hidup sebatang kara dan nikah siri dengan MU. Mengenai identitas di KTP, pihak kepolisian menduga SU telah melakukan pemalsuan.
“ Dia pinjam KTP seseorang atas nama Mita lalu diganti fotonya kemudian difotokopi. Sehingga saat pernikahan dia menggunakan KTP palsu,” beber Shiddiq.
Kasatreskrim mengatakan jika terlapor terbukti melakukan penipuan, maka ancaman hukumannya empat tahun penjara.
Sumber: Lombok Post
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam