Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Gadis Ini Jadi Koran Rasial Karena Warna Kulitnya Yang Sedikit Gelap. (Foto: Facebook Reezlyn Razali)
Dream - Di saat masyarakat Amerika Serikat (AS) sibuk dengan isu rasialisme, seorang gadis Malaysia memgaku baru saja menjadi korban kasus sensitif tersebut.
Reezlyn Edzrina Md Razali, demikian nama gadis yang mengaku mendapat perlakuan rasialis itu. Dia mengaku disapa pengguna Facebook melalui direct message dengan kata-kata rasis karena kulitnya yang agak gelap.
Gadis Melayu dari Subang, Selangor, itu mengaku perlakuan rasis itu bukan pertama kalinya diterima. Dia mengaku sudah beberapa kali merasa dipermalukan karena warna kulitnya.
Gadis 29 tahun yang bekerja sebagai pegawai hubungan masyarakat itu jadi korban rasialisme sejak masa sekolah.
" Bukan kali pertama, bahkan sejak sekolah dasar. Saat masuk sekolah menengah, kasusnya semakin parah," kata gadis yang akrab disapa Lyn ini.
Awalnya Lyn menganggap teman-teman sekolahnya hanya bergurau saja. Tapi lama-lama ejekan mereka memengaruhi kepercayaan dirinya.
" Ada yang panggil saya hitam, kecap, pantat kuali... Tidak pernah lupa apa yang mereka katakan," katanya.
Lyn mengaku dia sebenarnya punya darah campuran. Ayahnya seorang Melayu asli, sementara ibunya ada keturunan China.
Lyn mengatakan baru-baru ini ada seorang lelaki tak dikenal yang mengirim pesan kepadanya.
Lelaki itu menyebutnya dengan sapaan yang tidak pantas saat mengirim pesan tersebut di Facebook.
Untuk memberi pelajaran sekaligus memberi kesadaran kepada masyarakat, Lyn membagikan pesan lelaki itu melalui Facebook hingga menjadi viral.
" Dia patut sadar dengan situasi sekarang di AS. Tak pantas memakai kata-kata ini, apalagi dia orang asing. Saya tak kenal sama sekali.
" Ini juga merupakan cyber bully. Ada orang tak tahu apa yang mereka buat sebenarnya bullying. Generasi sekarang sensitif, mentalnya tak sekuat orang dulu-dulu.
" Apalagi sekarang media sosial selalu bilang bahwa cantik itu harus putih, langsing. Ini sangat merusak otak sehingga ada yang kena depresi," tulis Lyn di Facebook.
Kata Lyn, dulu dia juga menangis. Orang bilang dia gemuk, giginya tidak sempurna, tangan berbulu macam monyet, anak gorila. Dia benar-benar merasa terhina.
Nasihat Lyn kepada mereka di luar sana, jagalah tutur kata dan jangan pernah menghina orang lain secara fisik.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam