Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Langit Gelap (Foto: The Siberian Times)
Dream - Perubahan langit di distrik Yakutia, Siberia, Rusia menghebohkan warga setempat. Pasalnya langit di wilayah terdingin di rusia itu mendadak gelap di siang bolong.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 hingga pukul 14.00 waktu setempat. Langit yang awalnya terlihat kuning kegelapan mendadak menjadi gelap total.
Banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan hal mistis. Mulai dari konspirasi datangnya UFO hingga peluncuran senjata baru.
Melansir The Siberian Times, awalnya warga menduga langit hanya mendung menunggu hujan turun. Tidak ada debu atau polusi yang menguatkan kecurigaan warga.
Namun hujan tak kunjung turun, langit pun mulai semakin menggelap. Warga mulai dirundung ketakutan.
" Banyak yang takut. Khususnya orang tua. Itu tidak langsung gelap tapi secara bertahap. Biasanya stasiun informasi cuaca akan menginformasikan jika terjadi gerhana tapi ini tidak," kata seorang warga.
Selain itu, warga juga mengungkap adanya penurunan suhu hingga minus 4 derajat celcius. Sebelumnya di sekitar wilayah Yakutia memang terjadi kebakaran hutan.
Dikutip dari Live Science, peristiwa yang terjadi di Yakutia kemungkinan sebagai dampak dari kebakaran puluhan ribu hektar hutan yang terjadi pada Mei 2018 lalu.
Observatorium NASA menyebut, asap dan aerosol dari kebakaran itu dilepaskan hingga ke kota lain. Belum ada penjelasan resmi tentang fenomena tersebut.
Fenomena alam yang langka dan aneh memang kerap terjadi di Siberia. Seperti 'hujan darah' yang terjadi pada awal Juli 2018 lalu. Ternyata 'hujan darah' disebabkan dari polusi yang diakibatkan dari industri di sana.
(ism, Sumber: The Siberian Times)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam