Film `American Sniper` Dikecam Warga Arab

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 26 Januari 2015 16:23
Film `American Sniper` Dikecam Warga Arab
"Jika kita boikot, itu hanya akan menyebabkan orang semakin penasaran".

Dream - Warga Muslim dan Arab di Amerika mendapat ancaman kekerasan. Kecaman datang setelah ditayangkannya film 'American Sniper' garapan sutradara terkenal Clint Eastwood.

Mereka mengecam kru film soal penggunaan bahasa yang memicu kebencian dan diskriminasi terhadap Muslim dan Arab.

" Kami berpendapat Anda bisa memainkan peran penting dalam membantu kami mengurangi bahaya yang kita hadapi," tulis Komite Anti-Diskriminasi Arab-Amerika (ADC) dalam sebuah surat terbuka kepada sutradara Clint Eastwood dan aktor Bradley Cooper dikutip Dream.co.id dari laman OnIslam.net, Senin 26 Januari 2015.

Menurut ADC, lebih dari 100 pesan ancaman menargetkan Muslim dan Arab sejak pekan lalu.

American Sniper adalah film drama perang yang dibintangi oleh Brad Cooper yang berkisah tentang 'kepahlawanan' sniper Navy SEAL Chris Kyle.

Dalam film tersebut diceritakan, anggota pasukan Marinir AS itu telah membunuh 160 warga Irak selama invasi AS berlangsung.

Film ini dikritik karena mengagung-agungkan perang terhadap Irak. Selain itu juga menyanjung penembak jitu 'yang menyebut Muslim biadab dalam memoarnya'.

Meskipun mendapat kritik, film ini telah dinominasikan untuk mendapat enam Academy Awards.

Dalam salah satu tweet rasis yang dikumpulkan oleh ADC, seorang pengguna menulis: 'Senang melihat film yang menggambarkan sifat sebenarnya dari orang-orang Arab, hama sampah yang berniat menghancurkan kami'.

Didukung FBI dan polisi untuk menyelidiki ancaman tersebut, ADC mendesak warga Muslim dan Arab untuk mengirimkan salinan pesan ancaman yang mereka terima.

Sementara itu, aktivis Arab-Amerika menolak seruan untuk memboikot film tersebut. Mereka berpendapat seruan tersebut akan menciptakan rasa ingin tahu di kalangan orang-orang yang akan mencoba untuk melihatnya.

" Jika kita boikot, itu hanya akan menyebabkan orang semakin penasaran," kata Presiden ADC Samer Khalaf.

Warner Bros, studio yang merilis film itu, mengatakan bahwa mereka mengutuk retorika anti-Muslim.

Warner Bros mengecam setiap kekerasan, retorika anti-Muslim, termasuk apa yang telah dikaitkan dengan orang-orang yang telah menyaksikan film ini, kata Jack Horner, juru bicara Warner Bros.

" Kebencian dan kefanatikan tidak punya tempat dalam dialog penting dalam film yang bercerita tentang pengalaman seorang veteran ini," tambah Horner.

AS menginvasi Irak di 2003 untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein yang diklaim memiliki senjata pemusnah massal. Klaim tersebut tidak pernah terbukti.

Pada 2004, Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menggambarkan invasi ke Irak sebagai 'ilegal'.

Sejak invasi, Irak tenggelam dalam perang sipil berdarah yang menyebabkan puluhan ribu warga sipil tewas. (Ism)

Beri Komentar