Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Muazin (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Ibrahim Al Masri, 46 tahun, kehilangan pekerjaan sebagai muazin di Masjid Al Jazzar di Kota Acre, Israel. Ini lantaran foto yang memperlihatkan tubuh atletisnya tersebar di media sosial.
Dikutip dari Haaretz, foto memperlihatkan tubuh kekar Masri itu diambil sebagai syarat mengikuti kejuaraan binaraga pada 2017. Pejabat kota setempat memecat Masri sebagai muazin setelah melihat foto sang muazin tengah berlatih angkat beban.
Tidak terima dipecat, Masri melayangkan banding ke pengadilan. Dia meyakini profesinya sebagai binaraga tidak bisa dijadikan alasan untuk memecatnya.
" Saya tidak pernah membayangkan ini (pemecatan) ini terjadi. Karena saya tahu Israel adalah negara demokratis, dan jika seseorang melakukan kesalahan, dia boleh memperbaikinya," kata Masri.
" Tetapi memperbaiki kesalahan dengan kesalahan? Ini tidak benar," lanjut dia.
Sekitar 20 persen dari total populasi Israel adalah etnis Arab. Masjid dan tempat ibadah agama lain non-Yahudi dikelola oleh pemerintah lokal dan dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri.
Juru bicara kementerian dalam negeri menyatakan pemecatan Masri sudah sesuai aturan yang berlaku. Tetapi, dia menolak memberikan keterangan lebih terkait kasus ini. Demikian halnya dengan para pengelola Masjid Al Jazzar.
Masri menuding keputusan memecatnya diambil berdasarkan penilaian seorang pejabat yang menyatakan, kejuaraan binaraga tidak layak diikuti oleh mereka yang bekerja di bidang keagamaan.
" Ketika mereka mengambil keputusan, mereka selalu terlihat seragam. Mereka tidak melihat siapa orang di baliknya," kata Masri.
Azan yang dikumandangkan Masri selalu dirindukan oleh para Muslim Acre. Sosok Masri sudah dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat sekitar.
" Masyarakat Acre menyayangi dia. Dia adalah muazin kami, dengan suara indah, dan orang yang dermawan," ujar mantan anggota dewan kota Acre, Refaat Sha-aban.
" Dia adalah contoh bagi anak muda di kota kami, dan di negara Israel tentunya," lanjut dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam