Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Dream - Massa Front Pembela Islam mengklaim bukan organisasi massa yang memecah belah bangsa Indonesia. Pernyataan itu disampaikan orator saat demonstrasi mengawal pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab atas kasus 'palu arit'.
" Kita buktikan ke rakyat Indonesia, kita cinta tanah air," ujar seorang orator dari atas mobil komando di depan Mapolda Metro Jaya, Senin, 23 Januari 2017.
Untuk membuktikan klaim tersebut, beberapa demonstran mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk kecintaan pada persatuan dan kesatuan bangsa.
Tak hanya itu, massa juga menyanyikan lagu-lagu nasional seperti 'Berkibarlah Benderaku', 'Garuda Pancasila', 'Maju Tak Gentar' serta lagu 'Indonesia Raya'.
Selanjutnya, orator pun menyoroti soal Bendera Merah Putih bertulisan Arab berlafadz 'Lailahaillallah' yang kasusnya segera diusut oleh pihak kepolisian. Sementara Bendera Merah Putih yang bertulisan selain Arab dibiarkan.
" Ada bendera yang hanya ditulis 'Lailahaillallah' tapi dianggap menista agama, tapi kemarin orang yang nuliskan Slank, Metallicca, OI, kenapa tidak (disudut). Takbir untuk Indonesia, Takbir untuk NKRI," ujar dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha