Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream – Peristiwa tragis menimpa seorang gadis berusia 17 tahun di Besancon, Prancis. Rambutnya dicukur habis hingga botak oleh keluarganya sendiri, karena ia jatuh cinta dengan seorang pemuda berbeda agama.
Gadis yang itu juga harus mengalami penyiksaan. Tindakan tersebut terjadi pada Senin lalu. Akibat penyiksaan, dia mengalami memar, tulang rusuknya juga patah.
Jaksa penuntut umum mengatakan bahwa pada hari Jumat, keluarga gadis tersebut harus menghadapi persidangan di Prancis, atas tuduhan tindakan kekerasan terhadap anak di bawa umur.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, mengaku sangat terkejut dengan penyiksaan yang dialami gadis tersebut. Hanya karena mencintai lelaki berbeda agama, ia harus dipukuli dan rambutnya dicukur habis.
“ Tindakan ini harus mendapat hukuman yang berat,” ungkapnya.

Pasangan muda-mudi itu telah tinggal bersama sejak keduanya menjalin hubungan selama beberapa bulan. Setelah gadis itu datang dari Bosnia-Herzegovina bersama keluarganya dua tahun lalu
Wakil jaksa, Margaret Parietti, mengatakan, " Kedua keluarga itu saling mengenal dan hubungan mereka tidak mengalami masalah."
Namun, masalah muncul ketika orang tua gadis itu mengatakan bahwa anaknya tidak boleh menikah dengan lelaki yang berbeda agama.
Kedua orang tua, bibi, dan paman dari gadis tersebut yang berasal dari Bosnia akhirnya ditahan pihak kepolisian. Namun, kini mereka sudah dibebaskan dengan persyaratan.
Mereka dilarang menghubungi gadis tersebut, karena ia telah berada dalam naungan yang melindunginya.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa pukulan pertama datang dari ibunya. Kemudian kekerasan pun berlanjut.
“ Ia dibawa ke sebuah kamar dan dipukuli. Rambutnya dicukur habis oleh pamannya,” lanjutnya kembali.
Saat petugas mendapat laporan tindakan kekerasan tersebut, mereka menemukan gadis itu disembunyikan dalam sebuah kamar oleh bibinya. Sebelum akhirnya ia dibawa kerumah sakit.
Gadis itu dilaporkan menderita patah tulang rusuk dan mengalami banyak memar di tubuhnya. Terutama dibagian telinganya.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya