Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Perempuan Melahirkan Di Jalanan Yang Padat (Foto: Facebook/Dhalia Tan)
Dream - Media sosial dihebohkan dengan foto seorang perempuan berambut pendek yang melahirkan di jalan. Perempuan bergaya tomboy yang tak diketahui namanya itu melahirkan bayinya sembari berdiri.
Foto itu diunggah pengguna Facebook Dhalia Tan. Sebelum akhirnya dihapus, dia menulis bahwa perempuan itu berdiri di jalanan yang padat di Kota Quezon, Filipina, Minggu, 10 Februari 2019.
" Tidak ada yang kenal dengan perempuan ini, aku melihatnya di depan toko 7Eleven dan aku melihatnya dengan seorang bayi," tulis Dhalia Tan, dikutip dari Kami.com.ph, Senin, 11 Februari 2019.
Beruntung, warga sekitar membawanya mencapai rumah sakit. Dhalia menyebut bayi tersebut dalam kondisi sehat dan dalam perawatan dokter.
Di unggahan terbarunya, Dhalia menyebut perempuan tomboy yang melahirkan itu telah pulang ke rumah tantenya.
" Ibu dan anak itu telah membaik dan dirawat keluarganya," tulis Dhalia.
Dream - Perusahaan rintisan berbasis di Belanda, SpaceLife Origin, ingin membuat gebrakan bersejarah. Mereka ingin mengirim perempuan hamil untuk melahirkan di luar angkasa.
Langkah luar biasa ini untuk mengantisipasi kemungkinan umat manusia keluar bumi dan terus mempertahankan kehidupannya. Agar eksodus itu sukses, manusia harus belajar cara melahirkan dalam gravitasi nol.
Dilaporkan Oddity Central, ide ini terdengar gila. Sebab, manusia masih jauh menjadi spesial luar angkasa. Tapi SpaceLife Origin percaya, kelangsungan hidup jangka panjang manusia tergantung pada penelitian ini.
Salah satu eksekutif SpaceLife Origin, Egbert Edelbroek, mengatakan, belajar bagaimana melahirkan di luar angkasa `investasi` untuk umat manusia.
Untuk merawat cita-cita itu, SpaceLife Origin akan menyelenggarakan serangkaian percobaan rintisan selama lima tahun mendatang. Dengan penelitian itu, kelahiran orang pertama di luar angkasa dijadwalkan dapat terwujud pada 2024.
Edelbroek mengklaim telah bertemu dengan beberapa perusahaan pesawat luar angkasa yang bersedia mengangkut perempuan hamil di 402 kilometer di atas Bumi.
Edelbroek juga mengklaim telah menemukan orang-orang kaya yang bersedia membiayai percobaan. Dia juga telah berdiskusi dengan wanita yang bersedia menjadi yang pertama melahirkan di luar angkasa.
Tetapi, meski SpaceLife Origin berhasil menemukan sukarelawan, roket komersial, dan uang yang diperlukan untuk mendanai semuanya, misinya masih memerlukan persiapan lain.
Sebab, Membuat wanita hamil ke luar angkasa untuk melahirkan bayi terdengar cukup sulit. Para ahli mengkhawatirkan keselamatan bayi dan proses persalinan.
Astronot biasanya mengalami tiga kali gaya gravitasi selama pendakian ke orbit. Dalam kasus peluncuran pesawat luar angkasa yang gagal, astronot mengalami tiga kali lipat perubahan gaya gravitasi.
Tidak ada yang tahu bagaimana kondisi itu akan mempengaruhi janin atau ibu.
Meskipun belum pernah memiliki kelahiran manusia di ruang angkasa sebelumnya, ada beberapa percobaan kelahiran pada tikus, ikan, kadal dan invertebrata.
Pada 1990-an, tikus melahirkan pada misi pesawat ulang-alik Amerika Serikat. Selain tikus ada anak anjing yang terlahir di luar angkasa dengan sistem vestibular. Ada kecatatan pada anak tikus dan anjing tersebut.
Tetapi, bayi-bayi itu pulih setelah beberapa saat. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa anak-anak hewan itu membutuhkan gravitasi.
Tidak adanya gravitasi akan menimbulkan masalah serius, seperti kurangnya bantuan ketika ibu mendorong bayi keluar atau cairan tubuh mengambang melalui pesawat sebagai gumpalan.
SpaceLife Origin mengakui bahwa rencana mereka masih memiliki banyak hal yang tidak diketahui. Tetapi itulah alasan utama misi perintis ini, untuk menemukan jawaban.
Selain masalah kesehatan dan proses kelahiran itu, ada masalah lain yang membuat banyak orang bingung.
Begitu bayinya kembali ke bumi dengan aman, akta kelahiran macam apa yang akan dituliskan untuk seseorang yang lahir di luar angkasa?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya