Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang wanita yang tengah menjalani masa pengasingan akibat menstruasi di Kathmandu, Nepal, tewas terbakar api. Tidak ada satupun orang yang menolong wanita itu.
Parbati Bogati, 21 tahun, harus hidup sendirian di gubuk kecil jauh dari rumahnya. Dia harus menjalankan chaupadi, tradisi pengasingan bagi wanita yang sedang haid di Nepal yang sudah berlangsung ribuan tahun.
Jasad Parbati ditemukan tergeletak di dalam gubuk pada Kamis pekan lalu saat dijenguk oleh ibu mertuanya. Tubuhnya penuh dengan luka bakar.
" Dugaan kami, korban menghirup asap hingga lemas, sementara pintu gubuk tertutup dan tidak ada jendela. Korban perlu menyalakan api untuk menghangatkan badan," ujar pejabat kepolisian setempat, dikutip dari Mynewshub.
Jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan autopsi.
Praktik Chaupadi sebenarnya sudah dilarang di seluruh Nepal sejak 2005. Berdasarkan Undang-undang yang berlaku, setiap orang yang menjalankan atau memaksa wanita melakukan ritual ini diancam hukuman penjara selama tiga bulan dan denda sebesar 3435 rupee Nepal, setara Rp418 ribu.
Meski begitu, masih ada sebagian masyarakat yang tetap menjalankan tradisi turun temurun ini terutama di kawasan pinggiran dan pedalaman.
Selama masa haid, wanita dilarang menyentuh apapun termasuk makanan, hewan ternak, maupun pria.
Kematian Parbati menjadi kasus ke sekian terjadi akibat tradisi chaupadi. Tiga pekan sebelumnya, seorang ibu dan dua anak perempuannya dilaporkan tewas akibat menjalankan tradisi yang sama.
Akibat kasus tersebut, otoritas Bajura memusnahkan seluruh gubuk yang digunakan untuk ritual chaupadi.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya