Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seseorang pria di New Delhi menuntut orangtuanya ke pengadilan. Alasan yang dibuat pria bernama Raphael Samuel itu unik. Lantaran dia merasa lahir ke bumi tanpa dimintai persetujuan. Persetujuan siapa?
Samuel, seorang anti-natalis, percaya bahwa untuk melahirkan seorang mahkluk hidup, perlu adanya persetujuan dari yang bersangkutan.
" Saya ingin memberi tahu semua anak-anak India, mereka tidak berutang budi kepada orangtua mereka," kata Samuel, dilaporkan Oddity Central, yang mengutip The Paper, Senin, 4 Februari 2019.
Samuel menganggap, kehidupannya saat ini merupakan korban pemaksaan kedua orangtuanya. Itulah sebabnya pemuda yang berusia 27 tahun ini berrencana membawa orangtuanya ke pengadilan.
" Saya mencintai orangtua saya, dan kami memiliki hubungan yang hebat, tetapi mereka memiliki saya hanya untuk kesenangan mereka," kata dia.
" Hidup saya luar biasa, tetapi saya tidak melihat mengapa saya harus menjalani kehidupan ini," ucap dia.
Samuel menyuarakan niat untuk menuntut orangtuanya melui akun media sosialnya. Dia mengunggah, pesan agar para orangtua tidak memaksakan seorang anak lahir ke dunia tanpa persetujuannya. Terlebih lagi hanya untuk kesenangan orangtua.
" Orang India lainnya harus tahu bahwa memiliki anak adalah pilihan, dan anak berhak untuk meminta penjelasan kepada orangtua tentang mengapa mereka melahirkan anda" , kata Samuel.
Meskipun jumlahnya masih sedikit, gerakan anti-natalisme India tumbuh dengan kecepatan yang stabil.
Pengikut gerakan ini berencana mendirikan organisasi tingkat nasional yang berupaya menyebarkan kesadaran tentang kehidupan bebas anak.
" Ini adalah gerakan yang sepenuhnya sukarela, tanpa kekerasan," kata Pratima Naik, salah satu pemimpin gerakan anti-natalisme.
" Kami tidak ingin memaksakan kepercayaan kami kepada siapa pun, namun dengan lebih banyak orang akan membantu mempertimbangkan mengapa memiliki anak di dunia saat ini tidak benar," ujar Naik.
Menariknya, gerakan bebas anak-anak di India sebagian besar terdiri dari orang-orang berpendidikan tinggi, kelas atas atau menengah.
(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya