Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Freepik.com)
Dream - Perjalanan kapal bernama rumah tangga tidak selamanya berjalan dengan mulus. Terkadang, riak kecil atau bahkan badai muncul menghadang.
Ada sebagian pasangan yang mampu bertahan meski dilanda perselisihan hebat. Tapi, tak sedikit pula yang memilih bercerai meski hanya karena masalah sepele.
Baru-baru ini seorang petugas di Pengadilan Syariah di Malaysia bercerita tentang beberapa kasus perceraian yang ditanganinya.
Dia mengatakan ada sebagian kasus perceraian itu yang disebabkan karena alasan konyol dan tidak masuk akal.
Salah satu kasus perceraian aneh yang pernah ditanganinya disebabkan hanya karena masalah odol atau pasta gigi.
Awalnya pasangan suami istri berdebat masalah bagaimana memencet odol yang benar.
Si istri ingin memencet odol dari tengah. Sementara sang suami maunya memencet dari ujung.
" Suaminya lebih suka memencet dari ujung pasta gigi. Sedangkan istrinya mau memencet dari bagian tengah pasta gigi," kata petugas tadi.
Perdebatan yang awalnya terlihat biasa itu berubah menjadi sebuah pertengkaran hebat. Masing-masing bersikukuh dengan pendapatnya.
Karena semakin memanas, akhirnya mereka mendatangi Pengadilan Syariah untuk melayangkan gugatan cerai.
Meski sudah disarankan untuk berdamai, suami istri tersebut bersikeras dengan pendapatnya. Akhirnya mereka tetap bercerai.
Selain masalah pasta gigi, perceraian aneh lainnya terjadi hanya karena sang suami terlalu pendiam.
Seorang perempuan awalnya telah menikah dengan sosok pria yang sudah lama jadi kekasihnya.
Di tahun pertama pernikahan mereka, semuanya berjalan baik. Namun lama-lama sang istri jadi bosan dengan sikap pendiam suaminya.
Sebenarnya, sang suami adalah sosok lelaki yang pendiam sejak masih anak-anak. Tidak hanya di luar, di lingkungan keluarga, suaminya termasuk yang paling pendiam.
Karena sudah tidak tahan dengan sifat suaminya yang terlalu pendiam, si istri memutuskan untuk menceraikannya.
Pesan moral dari dua kisah ini adalah menikah merupakan keputusan besar dalam hidup. Sehingga, sebelum mengambil keputusan untuk menikah, selalu pikirkan semuanya terlebih dahulu. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya