Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Belakangan di media sosial beredar video menampilkan semangkuk mie ayam diduga berisi kepala dan buntut tikus. Usai video tersebut ramai, sang pemilik warung di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), melapor ke polisi.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Polpres Palopo, Ajun Komisaris Besar Alfian Nurnas, membenarkan adanya pemilik warung mie ayam, bernama Dahlia, melaporkan penyebar video hoaks tersebut.
" Pelapor ini merasa dirugikan karena akibat video tersebut dagangannya menjadi sepi," kata Alfian dikutip dari Merdeka.com, Senin 23 Agustus 2021.
Alfian menambahkan, sebelum adanya video tersebut, korban mengaku bahwa warung mie ayamnya selalu ramai pengunjung. Sang pemilik mie ayam mengaku mendapatkan omzet Rp2 juta per hari.
" Pengakuan pelapor, omsetnya bisa mencapai Rp2 juta per hari. Memang banyak pelanggannya, tapi sekarang sepi karena video tersebut," ujarnya.
Dia menjelaskan, pemilik warung mie ayam menegaskan tidak pernah menggunakan daging tikus. Polisi bersama Dinas Kesehatan Palopo juga telah melakukan pemeriksaan di warung milik Dahlia dan tidak menemukan adanya mie ayam berisi ekor atau pun kepala tikus.
" Saat ini kita belum menemukan barang bukti seperti yang disebutkan dalam video," terangnya.
Saat ini Polres Palopo masih mencoba mengidentifikasi pelaku pengunggah video hoaks tersebut. Ia juga masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi dan juga pelapor.
" Kita periksa dulu pelapor dan saksi lainnya. Untuk pengunggah video sudah di profiling dan akan kita periksa juga," jelasnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Palopo, Taufiq, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap warung mi ayam viral tersebut. Tidak ditemukan indikasi warung tersebut mencampurkan mie ayam dengan daging tikus.
" Sudah kami cek dan periksa kemarin, tidak ditemukan sama sekali tikus dalam bahannya," ujarnya, Jumat 20 Agustus 2021.
Terkait narasi video viral tersebut, Taufiq menyebutkan informasi yang diberikan adalah tidak benar. Pihaknya pun sudah mengingatkan kepada pemilik warung untuk memperhatikan kebersihan dan juga kehalalan makanan yang dijual.
" Yang jelasnya video itu tidak ada yang seperti itu setelah kami datangi warungnya. Kita akan minta klarifikasi pihak yang membuat video tersebut," ucap Taufiq.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan Palopo bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap warung penjual mie ayam berisi ekor dan kepala tikus. Warung mie ayam tersebut pun viral setelah sebuah video direkam oleh seorang konsumen.
Dalam video tersebut, memperlihatkan menunjukkan satu piring berisikan mie ayam dan ekor diduga tikus. Dalam keterangan video tersebut menarasikan bahwa konsumen tersebut membeli mie ayam dan menemukan ekor tikus dalam bungkusannya.
Tak hanya ekor tikus, konsumen juga menyebutkan adanya kepala tikus. Perekam video menyebutkan, warung mie ayam tersebut terkenal dan banyak mahasiswa yang makan di tempat tersebut.
" Pasti sering makan di situ dulu ya. Sering mahasiswa makan di situ," ucap seorang perempuan dalam video tersebut.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya