7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Vaksin Pfizer (Shutterstock.com)
Dream - DKI Jakarta mulai menyalurkan vaksin Covid-19 Pfizer untuk masyarakat. Jakarta merupakan satu dari lima wilayah yang mendapat jatah vaksin bernama Comirnaty pertama dari Pemerintah Pusat, selain Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menerbitkan Surat Edaran terkait vaksinasi Covid-19 dengan vaksin produksi Pfizer dan BioNTech. Surat dengan Nomor 8658/-1.772.1 ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan, Widyawati tersebut ditujukan kepada beberapa kepala rumah sakit penyelenggara vaksinasi di DKI Jakarta.
Sayangnya, vaksin ini hanya diberikan kepada warga dengan KTP DKI dan warga yang berdomisili di Jakarta. Sementara warga non-KTP DKI maupun berdomisili luar Jakarta belum mendapatkan alokasi vaksin ini.
" Vaksin Covid-19 Pfizer hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) KTP DKI Jakarta atau WNI domisili DKI Jakarta," demikian bunyi ketentuan dalam surat tersebut.
Dalam surat itu disebutkan vaksin Pfizer diberikan dalam dua dosis dengan interval atau jeda antara suntikan pertama dan kedua selama 21 hari. Vaksin ini dapat digunakan hingga enam bulan jika disimpan dalam suhu minus 70 derajat Celcius dan 30 hari apabila disimpan di suhu 2-8 derajat Celcius.
" Vaksin Covid-19 Pfizer diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal yaitu 6 dosis per vial," lanjut edaran tersebut.
Berikut syarat bagi warga yang ingin mendapatkan vaksinasi dengan vaksin Covid-19 Pfizer.
Lokasi mendapatkan vaksin Covid-19 Pfizer.
Dream - Indonesia untuk pertama kalinya mendapatkan pasokan vaksin Pfizer yang dibuat perusahaan Amerika Serikat. Tiba di Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Indonesia mendapatkan alokasi tahap pertama sebanyak 1,5 juta dosis pada Kamis, 19 Agustus 2021.
" Pemerintah Indonesia menerima sebanyak 1,5 juta dosis vaksin jadi Pfizer," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, disiarkan kanal Sekretariat Presiden.
Vaksin Pfizer sebelumnya sudah mengantongi izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) dari BPOM pada Juli 2021.Diberi nama Corminaty, vaksin berbasis mRNA merupakan jenis kedua yang dipakai di Indonesia.
Melalui kerja sama dengan PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE, Indonesia rencananya akan mendapatkan alokasi 50 juta dosis vaksin Pfizer.
Sama seperti Sinovac yang sudah banyak datang ke Indonesia, Corminaty juga dapat dipergunakan untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas.
" Kedatangan vaksin Pfizer ini tentunya dapat digunakan utk masyarakat berusia 12 tahun ke atas," ujar Wiku.
Wiku juga berpesan kepada pemerintah daerah yang nantinya mendapatkan alokasi vaksin Pfizer diminta untuk dapat segera menggunakannya sehingga masyarakat di daerahnya dapat terlindungi dan meningkatkan cakupan program vaksinasi.
Selain vaksin ini, Indonesia juga menerima 450 ribu dosis vaksin AstraZeneca bantuan dari Pemerintah Belanda. Vaksin ini didatangkan dengan skema bilateral dan menguatkan pasokan vaksin nasional.
" Diharapkan dengan datangnya vaksin-vaksin ini maka mengakselerasi program vaksinasi nasional sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh vaksin dan terlindungi dari Covid-19 untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman Covid," kata Wiku.
Hingga saat ini, Indonesia telah mengamankan 190.072.080 dosis vaksin dengan rincian 45.371.800 dosis siap pakai dan 144.700.280 dosis dalam bentuk bulk atau bahan baku.
Berdasarkan mereknya, Indonesia telah menerima vaksin Sinovac sebanyak 144.700.280 dosis bulk dan 13 juta dosis siap pakai. Selain itu, ada AstraZeneca sebanyak 16.121.640 dosis, Sinopharm 8.250.000 dosis, dan Moderna 8.000.160 dosis siap pakai.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?