Geliat Arus Mudik di Turki

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 2 Agustus 2014 17:00
Geliat Arus Mudik di Turki
Pekerja asal Turki yang mudik dari berbagai negara di Eropa mulai memadati penyeberangan Kapikule di perbatasan Turki dan Bulgaria.

Dream - Tradisi mudik tidak hanya terjadi di bumi Indonesia. Penduduk negara mayoritas muslim lainnya juga melakukan tradisi yang sama. Seperti halnya yang terjadi di Turki. Aktivitas pemudik mulai bergeliat. Baik itu pemudik domestik atau dari luar negeri.

Kepala Regional Bea Cukai dan Perdagangan Turki Muslum Yalcin mengatakan para pekerja asal Turki yang mudik dari berbagai negara di Eropa mulai memadati penyeberangan Kapikule di perbatasan Turki dan Bulgaria.

" Lalu lintas penyeberangan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Orang-orang datang dalam kelompok-kelompok sehingga membuat kami sangat sibuk," kata Yalcin.

Sejak Juni, 100.000 kendaraan telah memasuki Turki dan saat ini setiap kendaraan yang hendak menyeberang melalui Kapikule harus menunggu 35 menit. Yalcin menambahkan bahwa setiap harinya pada pekan lalu, 4.500 kendaraan menyeberang melalui Kapikule.

Para pejabat Bea Cukai mengatakan ada sekitar 1 juta pemudik yang masuk melalui empat gerbang perbatasan pada akhir tahun. Titik itu berada di antara Turki dengan Yunani dan Bulgaria.

Liburan Idul Fitri menyebabkan pemesanan kamar hotel dan tiket pesawat dan bus meningkat tajam. Itu disebabkan banyaknya warga Turki yang memilih pulang kampung selama liburan. Lalu lintas keberangkatan warga Istanbul ke luar kota menuju kampung halaman mereka juga meningkat tajam sehingga memacetkan jalan-jalan di ibukota Turki itu.

Banyak perusahaan bus menaikkan tarif mereka untuk tiket sekali jalan dari Istanbul ke berbagai kota sebagai akibat dari meningkatnya permintaan tiket. (Ism, Sumber: Todays Zaman)

Beri Komentar