Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (radiotnn.com)
Dream - Seorang polisi Bakersfield di California, Amerika Serikat, dikenai sanksi skorsing setelah terbukti menyentuh dan 'bermain-main' dengan jasad seorang pria yang ditembak mati polisi lainnya.
Polisi senior Aaron Stringer, 35, menggelitik kaki jasad Ramiro James Villegas November lalu sambil mengatakan 'tickle, tickle'.
Menurut laporan Bakersfield Californian dikutip Washingtonpost, Senin lalu, Stringer minta ijin Lindy DeGeare, peserta pelatihan di kepolisian Bakersfield, untuk diperbolehkan melihat jasad Villegas di Kern County Medical Center.
Setelah mendapat ijin dari DeGeare, Stringer masuk, memakai sarung tangan dan membuka penutup jasad Villegas. Stringer kemudian menuju bagian kaki jasad Villegas dan menyentuhnya.
Sambil menyentuh bagian kaki Villegas itulah, DeGeare mengatakan, Stringer menggelitiknya sambil berkata 'tickle, tickle'.
Tidak hanya itu, DeGeare melihat Stringer berpindah ke bagian kepala Villegas dan membuka mulutnya.
Stringer juga mempermainkan dengan memutarnya beberapa kali sebelum meninggalkannya dalam posisi kepala menoleh ke kiri. Sambil melakukan aksi tersebut, Stringer mengatakan suka bermain dengan tubuh orang yang sudah meninggal.
" Kami sangat terganggu oleh perilaku menjijikkan polisi tersebut. Keluarga ingin mendapatkan penjelasan atas sikap Stringer," kata Mark Geragos, pengacara keluarga Villegas kepada New York Daily News dikutip Dream.co.id, Jumat 16 April 2015.
Stringer menerima Medal of Valor pada 2009 setelah ia menyelamatkan rekannya saat baku tembak di sebuah toko.
Sementara Villegas ditembak oleh polisi pada 13 November setelah terlibat kejar-kejaran kecepatan tinggi dengan aparat sebelum mobilnya mengalami kecelakaan.
Saat dia keluar dari mobil, polisi yang mengepungnya terpaksa menembak mati pemuda 22 tahun itu karena 'melakukan gerakan agresif yang membahayakan' saat meraih sesuatu di pinggangnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya