Gempa Bali, Gapura ITDC Rontok, Kolam Renang Bergetar

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 16 Juli 2019 11:27
Gempa Bali, Gapura ITDC Rontok, Kolam Renang Bergetar
Begini dampaknya.

Dream - Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Bali. Dilaporkan gempa tersebut membuat bangunan gapura Indonesia Tourism Development Corporation (IDTC) Badung, rontok.

Dilaporkan Liputan6.com, saksi mata, Marcellinus mengatakan, gempa terjadi pukul 07.18 WIB.

" Gempanya lumayan kencang, sejauh ini nggak ada rumah rusak. Cuma di gapura ITDC jatuh batu-batunya," ujar Marcellinus, Selasa, 16 Juli 2019.

Warga Kuta, Wayan Swarsa mengatakan, gempa membuat warga keluar dari rumah dan bangunan.

" Aktivitas pagi sudah mulai, saya juga siap-siap sembahyang pagi lalu gempa keras, jadi para wisatawan juga bangun, keluar rumah. Kan saya ada homestay," ucap dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna)

1 dari 5 halaman

Kolam Renang Bergetar

 Kondisi kolam renang di Krobokan

Kondisi kolam renang di Krobokan

Sementara itu warga Krobokan, David menyebut, gempa membuat kolam renang bergetar hebat. " Lihat ke taman kolam renang kos-kosan goyang, tapi airnya enggak sampai ngeluber keluar," kata David.

Dia menyebut gempa yang terjadi berdurasi singkat. Kurang dari semenit.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tak berpotensi tsunami. BMKG mengatakan lokasi gempa berada di 83 kilometer barat daya Nusa Dua, Bali dengan kedalaman 68 kilometer.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Andry Haryanto)

2 dari 5 halaman

Bali Gempa Magnitudo 6, Tak Potensi Tsunami

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 6 pada pagi ini sekitar pukul 07.18 WIB. Titik pusat gempa ada di Samudera Hindia dengan getaran kuat terasa di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

" Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dikutip dari laman resmi BMKG, Selasa 16 Juli 2019.

Rahmat mengatakan, pusat gempa berada di koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT. Tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 80 km dari Kabupaten Jimbaran, Bali di kedalaman 104 km.

Gempa bumi ini terjadi karena adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Selain itu, BMKG juga menganalisa gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

 

3 dari 5 halaman

Area Terdampak Gempa

Menurut Rahmat, gempa juga dirasakan di Badung 5 Modified Mercalli Intensity (MMI), Nusa Dua 4-5 MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat 4 MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara 3 MMI, jember, lumajang 2-3 MMI.

" Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," ucap dia.

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan isu liar yang ada di media sosial. Selalu mengecek informasi di laman resmi BMKG www.bmkg.go.id juga beberapa akun resmi BMKG di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

4 dari 5 halaman

Gempa Halmahera Picu Tsunami 10 Cm, 2 Orang Meninggal

Dream - Gempa bermagnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Halmahera, Maluku Utara, Minggu 14 Juli 2019, menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Dua korban itu adalah Aisyah (51 tahun), warga Desa Gane Luar, dan Halimah warga Desa Papaceda. Aisyah meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan rumahnya saat hendak melarikan diri.

" Kalau Ibu Halimah belum dapat informasi meninggal kenapa," kata Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.

Gempa yang terjadi pada pukul 16.10 WIB itu juga menyebabkan sejumlah orang terluka. Meski demikian, Agus mengaku belum mendapat informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halmahera.

Dua ribu orang terpaksa mengungsi akibat gempa itu. BPBD Halmahera juga mencatat 58 bangunan rusak. " Kemungkinan data ini akan bertambah," ucap Agus.

5 dari 5 halaman

Tsunami kecil

BMGK memang tidak mengeluarkan peringatan potensi tsunami setelah gempa tersebut. Meski demikian, terjadi tsunami sepuluh sentimeter setelah gempa. " Ada tsunami kira-kira sepuluh sentimeter," ujar Agus.

Tsunami tersebut tidak menimbulkan kerusakan dan dampak yang berarti. Sebab, kekuatannya terhitung lemah. " Dari alat ukur itu sepuluh sentimeter," ucap dia.

Agus meminta masyarakat di wilayah Halmahera tetap tenang dan waspada dengan potensi gempa susulan.

Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat sudah ada 65 kali gempa susulan yang mengguncang wilayah Halmahera. " Gempa susulan juga tinggi, ada di atas 5 (magnitudo)," ucap Agus.

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim