Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin (Dok. BMKG)
Dream – Gerhana matahari cincin, salah satu fenomena alam yang jarang terjadi ini akan jatuh pada 21 Juni 2020. Peristiwa alam ini juga bisa disaksikan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, gerhana matahari cincin merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semuanya sampai ke bumi.
Ini terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat berada satu garis dan pada saat itu piringan bulan, yang teramati dari bumi lebih kecil dari piringan matahari.
Akibatnya saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir.

Melansir dari akun Instagram @infobmkg, negara-negara yang terlewati jalur cincin pada Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 adalah Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, China, dan Samudra Pasifik.
Gerhana Matahari Cincin 2020 ini juga dapat diamati di sebagian daerah Afrika bagian Utara dan Timur, Asia (termasuk Indonesia), Samudra India, sebagian Eropa, Australia bagian utara, dan Samudera Pasifik berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Sementara itu, di negara Indonesia, Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 ini akan melewati 432 pusat kota dan kabupaten di 31 provinsi berupa Gerhana Matahari Sebagian. Dengan magnitudo terentang antara 0,000 di Kepanjen, Jawa Timur sampai dengan 0,522 di Melonguane, Sulawesi Utara.

Adapaun di 83 pusat kota lainnya, yaitu dua kota di Bengkulu, tujuh kota di Lampung, sepuluh kota di Jawa Tengah, dan tujuh kota di Jawa Timur, serta semua kota di Jawa Barat (kecuali Indramayu), Banten, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak akan dilalui gerhana ini, karena nilai magnitude gerhananya kurang dari 0.

Waktu mulai gerhana matahari cincin di Indonesia paling awal adala di wilayah Sabang, Aceh, yaitu terjadi pada pukul 13.16.00,5 WIB.
Sementara kota yang waktu mulai gerhananya paling akhir adalah di Kepanjen, Jawa Timur, yaitu pukul 15.19.49,3 WIB.
Berikut daftar wilayah Indonesia yang bisa menyaksikan Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020:
Waktu Puncak Gerhana, akan berbeda-beda di setiap daerah. Adapun waktu Kontak Akhir paling awal akan terjadi di Tais, Bengkulu yang terjadi pada pukul 15.06.39,8 WIB dan waktu Kontak Akhir paling akhir akan terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 17.31.44,9 WITA.
Dengan demikian durasi gerhana paling sebentar akan terjadi di Kepanjen, Jawa Timur, yaitu hanya selama 3 menit 17,1 detik. Sementara durasi gerhana paling lama akan terjadi di Sabang, Aceh, yaitu selama 2 jam 27 menit 11,1 detik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya