Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Meski gagal dan kalah saat berusaha meminang WhatsApp senilai USD 10 miliar awal 2014 lalu, Google nampaknya berusaha menyiapkan strategi baru. Bukan membeli startup pembesut aplikasi chatting, perusahaan teknologi raksasa ini tengah menyiapkan rencana merilis layanan chatting mobile sendiri.
India Times menyebut bulan lalu (September), Google diketahui mengirim Nikhyl Singhal, Product Manager Hangouts dan Google+ untuk melakukan riset terhadap ekosistem pengguna layanan pesan instan di India. Kabarnya, aplikasi ini akan meramaikan persaingan layanan chatting di perangkat mobile.
Sementara itu, Google saat ini telah memiliki layanan Hangouts yang terintegrasi dengan fitur SMS. Namun untuk membedakan, layanan barunya nanti kabarnya tidak akan menggunakan akun Google.
Besar kemungkinan nantinya nomor telepon akan menjadi identitas utama layanan chatting itu. Hal itu menjadi salah satu nilai tambah utama bagi sejumlah negara berkembang, dimana penggunaan layanan data terus tumbuh.
Melalui riset pasar, Android Authority melansir nantinya layanan chatting terbaru ini akan dilengkapi sejumlah fitur spesifik yang sesuai dengan karakter pengguna lokal. Sebut saja dukungan bahasa lokal dan voice-to-text.
Berbeda dengan WhatsApp yang hanya menggratiskan layanan di tahun pertama, kabarnya layanan terbaru Google ini akan sepenuhnya gratis.
Beredarnya kabar ini menyusul meningkatnya permintaan ponsel Android One yang kian tinggi di India. Sundar Pichai, Senior VP Android memastikan niat Google untuk meluncurkan layanan yang sesuai dengan karakter pengguna di negara berkembang. Apakah layanan Google ini bisa menyaingi atau bahkan 'membunuh' WhatsApp? (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya