Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Rumah Makan
Dream - Memasuki era new normal, pusat perbelanjaan dan restoran secara bertahap mulai dibuka kembali. Meski begitu, protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, wajib dilakukan.
Saat era new normal berlangsung, meja-meja di restoran tidak boleh terisi telalu penuh. Hal ini lah yang membuat banyak restoran muncul dengan ide-ide unik, selain menarik minat pelanggan mereka juga dapat menerapkan protokol kesehatan dengan semestinya.
Salah satu restoran unik yang menerapkan hal tersebut yatu restoran Trattoria Da Luigi di Royal Oak, Michigan, Amerika Serikat. Restoran tersebut memastikan pelanggan tidak duduk di beberapa titik yang telah dikosongkan dengan cara yang tak biasa.
Pemiliki restoran tersebut, Luigi Cutrato, mengatakan, ide unik tersebut berasal dari istrinya.
Memang ada opsi lain seperti menyingkirkan sejumlah meja sehingga pelanggan tidak duduk berdekatan, namun mereka memilih mengatasi protokol kesehatan dengan cara mengisi kursi-kursi yang kosong dengan hantu buatan.

" Jika kita menyingkirkan meja, itu seperti seseorang datang ke rumah kita dan ada dua kursi, bukan ruang tamu secara keseluruhan," katanya kepada Fox 2 Detroit.
Luigi sempat menutup operasi restoran selama lockdown dan baginya itu adalah masa-masa sulit. Saat mengetahui dia bisa menjalankan kembali bisnisnya, ia menganggap itu sebagai berita yang menyenangkan.
" Saya merasa seperti melihat film dimana orang-orang di gurun dan mereka melihat oasis. Itulah yang saya rasakan," ujarnya.
Putra Luigi, Luca, mengatakan, inisitif kedua orang tuanya dengan menempatkan hantu di sejumlah kursi kosong mendapat tanggapan positif dari pelanggan.
" Ide itu benar-benar membuat senyum di wajah orang-orang setelah tiga bulan yang mengerikan," kata Luca.
Menurutnya, ide tersebut terinspirasi dari perjalanan kedua orang tuanya ke pusat kota selama masa lockdown, ketika keluarga Cutraro menyadari Michigan terlihat seperti kota hantu.
Luigi mengatakan " hantu" buatan itu tidak permanen tapi beberapa akan disimpan untuk mengingatkan tentang bagaimana para pelanggan berkumpul selama pandemi, di mana segala sesuatunya dalam kondisi terburuk.
" Saya akan rela menukar para 'hantu' dengan pelanggan biasanya," canda Luigi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya